Di malam harinya setelah seluruh urusan birokrasi yang melelahkan itu mereda, keheningan kembali menguasai ruang kerja utama.Lyra membawakan ramuan minuman herbal khusus untuk Elara agar janinnya semakin sehat dan kuat menghadapi kejamnya perubahan suhu di tanah Utara."Minum ini selagi hangat, Elara. Aku menambahkan ekstrak daun madu agar rasa getirnya berkurang," ucap Lyra sembari meletakkan cangkir tanah liat yang mengepulkan uap wangi ke atas meja kayu ek.Elara memejamkan mata sejenak, menghirup aroma rempah yang menenangkan saraf-saraf kepalanya, lalu mendongak menatap wanita yang kini berdiri di hadapannya tanpa sekat formalitas pelayan dan majikan."Terima kasih, Lyra," tutur Elara, suaranya melembut, kehilangan seluruh aksen bariton tiruan yang sengaja ia gunakan di depan dewan adat tadi pagi."Aku benar-benar berterima kasih karena kau dengan setia menemaniku di sini, di saat Valerius tiada. Jujur saja, hanya kau yang bisa aku andalkan untuk membuatku tetap waras dalam kead
Magbasa pa