"Beneran nggak mau masuk di sekolah unggulan, Dek? Nilai Amy nyaris sempurna," tanyaku lagi untuk memastikan. "Nggak, Mbak. Amy mau sekolah dekat sekolah Mbak itu saja biar bisa jalan kaki bareng Mbak Zizi. Kalau di sekolah unggulan harus naik angkot, tambah biaya lagi. Meski bukan sekolah unggulan, tapi kata guru di sana juga bagus kok, Mbak. Amy sudah tanya-tanya sama Bu Guru," ujarnya menggebu. Aku dan ibu kembali saling tatap lalu mengangguk setuju. Yang penting Amy bisa sekolah dengan tenang dan senang. "Pesan tiga mangkuk bakso jumbonya ya, Mang," ujar ibu saat kami sampai di warung bakso. Suasana di sana tak terlalu ramai, hanya ada sepasang pemuda dan pemudi di sudut warung dan satu keluarga di sampingnya. Aku memilih tempat paling dekat dengan pintu agar tak terlalu gerah dan sumpek. "Mbak, Amy mau jus jambu boleh?" Aku mengangguk lalu memesan dua gelas es jeruk dan satu gelas jus jambu untuk Amy. Dia pun tersenyum kegirangan. Masih asyik-asyik ngobrol soal sekolah Amy,
Read more