Aku tertegun, mencoba mengingat kembali sambil memperhatikan Ibu itu. Guratan wajahnya yang ramah mendadak memicu ingatanku. "Oh... astaga, iya! Ini Bu Rahma ya? Temennya Ibu yang dulu sering membuatkan kue bolu pandan untuk kami?"Bu Rahma tersenyum sangat lebar, air matanya kembali menetes senang. "Benar, Aris! Kamu sekarang pangling sekali ya, makin tampan, tinggi, dan badannya gagah berotot begini, sampai Ibu hampir pangling kalau tidak melihat kemiripan matamu dengan Kamila. Oh ya, Ibu sempat bingung, ini sebenarnya masih tokonya Kamila kan? Tapi kenapa waktu beberapa bulan lalu Ibu mampir ke sini, orang-orang di depan katanya bilang ini bukan toko milik Bu Kamila?"Aku menghela napas tipis, memberikan senyum kaku. "Ceritanya panjang, Bu. Sebelumnya pemilik toko ini memang sempat diambil alih secara sepihak oleh Ibu tiriku, Nikita. Tapi, Alhamdulillah, sekarang aku yang pegang dan kelola penuh, namanya pun sudah aku ubah kembali menjadi Kamaris Garden agar nama Ibu tetap hidup."
最終更新日 : 2026-05-22 続きを読む