Aku mengepalkan tangan, menahan rasa muak yang luar biasa di dalam dada. Entah terbuat dari apa mental wanita gila itu; dia bisa bercinta dengan supirnya, dengan anak tirinya, bermain gila di apartemen rahasia, namun di saat yang sama ia tetap mampu melayani suaminya sendiri di atas ranjang tanpa ada rasa bersalah sedikit pun di wajahnya.Aku mempercepat langkahku menuju ujung koridor. Namun, tepat saat tanganku baru saja hendak membuka gagang pintu kamarku sendiri, tiba-tiba pintu kamar Vira yang berada di sebelah terkuak pelan. Vira menyembulkan kepalanya, menatapku dengan sorot mata yang penuh arti."Kak Aris... sini sebentar, ada hal penting yang ingin aku katakan tentang Mama," bisiknya dengan nada mendesak.Aku menoleh, mengerutkan dahi. "Apa?"Vira tersenyum misterius, ia membuka pintunya lebih lebar. "Makanya sini masuk dulu, kita ngobrol di dalam biar nggak kedengaran yang lain."Aku teringat janji Vira beberapa waktu lalu yang katanya ingin memberitahuku tentang informasi
Last Updated : 2026-05-17 Read more