Vira tertawa kecil, menyadarkan tubuhnya di pintu mobilku. "Itulah Mama. Tapi aku senang, misi kita semalam sempurna. Oh ya Kak, jangan lupa... nanti malam mungkin jadwal Kakak sama Mama. Jangan lama-lama ya, aku masih pengen 'lanjut' yang semalam."Aku tidak menjawab. Aku hanya menatapnya sekilas, lalu masuk ke dalam kabin mewah BMW ini. "Aku berangkat dulu ke bengkel," kataku singkat.Aku melajukan mobil keluar dari gerbang rumah. Sesampainya di bengkel, aku disambut oleh para mekanik. "Selamat pagi, Pak Aris!"Suara koor serempak itu menyambutku begitu aku melangkahkan kaki ke dalam area bengkel utama NK Diamond Auto. Udara di sini berbau campuran oli, ban baru, dan pembersih lantai yang tajam. Hari ini adalah hari pertamaku menjabat sebagai manajer, dan aku bisa merasakan puluhan pasang mata menatapku dengan kombinasi rasa penasaran dan hormat.Seorang pria paruh baya dengan seragam rapi menghampiriku. "Saya Firman, Kepala Bengkel di sini, Pak. Mari, saya perkenalkan tim yang
Read more