Tidak ada truk barang, tidak ada mobil karyawan, bahkan lampu depan pun mati. Butiknya sudah tutup total."Mana barangnya? Kok sepi?" tanyaku saat kami masuk ke dalam dan Vira mengunci pintu dari dalam."Katanya masih di jalan, sebentar lagi sampai. Yuk, tunggu di ruanganku saja," ajak Vira sambil menarik tanganku menuju sebuah ruangan di bagian belakang.Dulu, ruangan ini adalah ruang staf khusus karyawan, tapi sekarang telah diubah menjadi ruang pribadi yang sangat mewah. Di dalamnya ada tempat tidur kecil untuk istirahat, sofa empuk, kulkas mini, dan lemari berisi koleksi pakaian butik.Begitu pintu tertutup, kecurigaanku terbukti. Vira menatapku dengan mata yang sayu dan penuh nafsu. Dia mulai membuka kancing bajunya satu per satu dengan gerakan sensual, seolah sedang melakukan tarian striptis di depanku. Bajunya dilempar sembarang arah hingga ia hanya menyisakan bra hitam dan celana dalam renda."Vira, apa-apaan ini? Katanya mau nunggu barang?" tanyaku, meski hatiku mulai berd
Read more