"Aa... apa sebaiknya kita menginap saja di sini? Kalau langsung pulang sekarang, aku lemas banget, A," bisik Risma pelan, matanya nyaris terpejam karena kelelahan yang luar biasa.Aku mengelus rambutnya, menatap langit-langit kamar yang remang. "Iya, boleh. Tapi pagi-pagi sekali kita harus langsung pulang, Ris. Takut ketahuan tetangga sebelah kalau kita keluarnya kesiangan."Risma bergumam manja, ia mengeratkan pelukannya di pinggangku. "Iya A... eh, kalau gitu kita istirahat dulu saja sebentar, lalu langsung pulang. Mending kita di jalan saja daripada di sini, takutnya nanti ada warga yang curiga terus kita dilaporin.""Iya, kamu istirahat saja dulu sampai capeknya hilang," jawabku lembut.Selama beberapa saat kami terdiam dalam pelukan. Aku membiarkan keheningan menyelimuti ruangan sempit ini. Tak butuh waktu lama bagi Risma untuk jatuh terlelap; napasnya menjadi berat dan tenang. Aku pun perlahan merasakan kantuk yang hebat menyerang, dan akhirnya aku ikut tertidur di sampingnya.
더 보기