[Tunggu, Sar. Aa ke sana sekarang,] balasku cepat.[Makasih banyak ya, A. Aku tunggu.]Aku segera menyambar kunci mobil, namun detik berikutnya aku urungkan. Membawa mobil ke jalan perkebunan yang sempit akan menyulitkan jika aku harus menarik atau memperbaiki motor. Akhirnya aku ambil kunci motor saja. Aku memakai jaket, mengambil tas ransel berisi peralatan perkakas, lalu keluar kamar.Di ruang tengah, Nikita, Vira, dan Tasya masih berkumpul. Saat aku menuruni tangga, langkahku terhenti karena mereka serempak menatapku."Aris, kamu mau ke mana malam-malam begini?" tanya Nikita dengan nada menyelidik."Aku mau nolongin warga, Bu. Ada motornya yang mogok di jalan pintas kebun karet. Kebetulan lokasinya jauh dari perumahan, jadi nggak ada yang bantuin," jawabku tenang.Nikita mengernyitkan dahi. "Tapi ini kan sudah malam, apa nggak ada orang lain yang bisa bantu? Kan ada Pak Hansip atau warga lain gak harus kamu.""Bukannya kata Ibu aku harus membantu warga biar citra kita bagus? Keb
Last Updated : 2026-04-09 Read more