Tasya mendekat, memperhatikan dress-nya sendiri dengan tatapan polos yang dibuat-buat. "Memangnya ada yang salah, Kak? Tapi kalau kakak nggak suka lihatnya, kakak bisa tutup mata... atau, jangan-jangan kakak malah mau ya?""Tasya! Jaga bicaramu! Ini di rumah sakit, nanti orang-orang dengar!" aku memperingatkannya dengan nada keras, namun suaraku justru terdengar serak.Vira tidak memedulikan kata-kataku. Ia langsung duduk di tepi ranjang rawatku yang empuk. Tangannya yang lentik mulai mengusap dadaku yang diperban, lalu dengan gerakan yang sangat berani, jarinya turun tepat di atas gundukan celanaku, meraba si Gatot yang mulai bereaksi secara otomatis."Gak apa-apa didengar orang, Kak. Paling kalau mereka dengar, mereka bakal minta join," bisik Vira tepat di telingaku, aroma parfumnya yang menggoda mulai merusak logikaku."Vira, kamu sudah gila! Jaga perilakumu, ada adikmu di sini!" bentakku sambil mencoba menepis tangannya, namun tubuhku terasa sangat lemas.Tiba-tiba Tasya duduk d
Last Updated : 2026-04-09 Read more