Malam lainnya, Petra sengaja berjalan ke taman belakang sendirian. Berbekal izin Viel untuk menjelajahi istananya, Petra diizinkan untuk sendirian. Kaki telanjangnya melangkah pelan, membuat tidak ada suara selain gesekan gaun tipisnya yang sangat kecil. Tujuan Petra satu, menemui Elias. Dia sengaja berjalan-jalan menuju taman belakang yang paling terpencil, dia bertugas di sana kemarin, batin Petra yang yakin dengan keberadaan Elias sekarang. “Yang mulia?” Sapa seorang pengawal yang kebetulan melewati Petra di arah jembatan sebelum ke taman belakang. Petra menoleh. “Oh, kenapa?” Tanyanya. Pengawal itu menggeleng sopan. “Tidak, yang mulia. Namun, hari sudah malam. Dingin, jika anda berkehendak, saya akan membawakan alas kaki,” katanya setelah melihat kaki telanjang Petra. “Tidak, tidak perlu. Aku bisa sendiri,” potong Petra. Sedetik setelahnya, Petra sadar kalau tidak seharusnya dia menunjukan sikap seperti itu lagi. Dia sedang misi menjadi ‘istri yang teladan’. “Maks
Baca selengkapnya