Pendeta itu berdehem, membuka kitab suci di hadapannya. Suaranya berat dan bergema di keheningan ruangan yang mencekam."Di hadapan Tuhan dan para saksi yang hadir, kita berkumpul untuk mempersatukan dua jiwa dalam ikatan pernikahan yang suci," ucap sang pendeta memulai liturgi.Ia menoleh ke arah Grand Duke Amborgio. "La Viel de Amborgio, apakah engkau bersedia menerima wanita ini sebagai istrimu, untuk menyayangi dan menghormatinya, dalam suka maupun duka, dalam kelimpahan maupun kekurangan, dalam sehat maupun sakit, dan setia kepadanya sampai maut memisahkan kalian?"Viel tidak ragu sedetik pun. Dia berdiri tegak, memancarkan aura dominan yang seolah mampu menundukkan seluruh ruangan. Matanya menatap lurus ke depan, ke arah salib besar di belakang pendeta, namun jemarinya mencengkram tangan Petra dengan tekanan yang seolah mengatakan bahwa pelarian wanita itu telah berakhir."Saya bersedia," jawab Viel. Suaranya rendah, tegas, dan penuh finalitas. Tidak ada keraguan, hanya ada teka
Terakhir Diperbarui : 2026-02-06 Baca selengkapnya