Tepat pukul tujuh pagi, Satria sudah berdiri tegak di dalam ruang kerja Vera yang sangat luas. Pemuda itu memakai kemeja putih rapi, rambutnya basah sehabis mandi, dan wajahnya disetel sepolos mungkin. Padahal di dalam hatinya, dia sedang sibuk menyusun seribu alasan.Vera duduk di balik meja kerja kebesarannya. Wanita cantik itu memakai setelan blazer kerja yang elegan. Di tangannya ada secangkir kopi hitam. Tatapannya lurus menembus bola mata Satria, tajam dan penuh selidik bagaikan detektif yang sedang menginterogasi tersangka perampokan bank."Duduk," perintah Vera singkat.Satria menarik kursi di depan meja itu dan duduk dengan sikap tegak. "Pagi, Non. Gimana tidurnya? Nyenyak?" sapanya basa basi, mencoba mencairkan suasana yang kaku."Gak usah basa basi," potong Vera cepat. Dia meletakkan cangkir kopinya ke atas meja. "Saya mau langsung ke intinya saja. Tadi malam di mobil kamu belum jawab pertanyaan saya dengan benar. Sekarang saya tanya sekali lagi, dan saya mau jawaban yang m
Read more