Suasana di dalam Alphard semakin tegang. Satria terus menatap tajam ke arah SUV hitam yang makin agresif mengejar mereka di belakang. Jarak kedua mobil itu perlahan mulai menipis.Satria menyadari satu hal. Kalau mereka sampai masuk ke jalan tol, kecepatan mobil memang bisa bertambah. Tapi di jalan tol yang panjang dan terbuka, ban mobil Alphard ini akan jadi sasaran tembak yang sangat empuk bagi penembak jitu. Kalau ban meledak dalam kecepatan tinggi, mereka semua bisa mati karena kecelakaan, bukan karena peluru."Pak Maman, cari tempat yang agak gelap di depan. Pinggirkan mobilnya sebentar," perintah Satria tiba-tiba.Perintah itu langsung membuat seisi mobil kaget."Kamu gila, Satria?!" protes Vera dengan suara keras. "Kita lagi dikejar pembunuh bawa pistol. Kamu malah minta berhenti?""Saya mau turun di sini, Non," jawab Satria datar, sambil melepaskan sabuk pengamannya. "Pak Maman nanti pelan saja sebentar. Habis saya lompat keluar, Bapak langsung tancap gas lagi bawa Nona Vera d
Read more