Melihat musuhnya mendadak bisu dan tidak berkutik, Satria tersenyum puas. Dia baru saja mau membuka mulut lagi untuk memberikan sindiran penutup, namun tiba-tiba...PULAS!"Aduh, aduh, aduh! Sakit, Non!"Satria refleks memekik tertahan dan meliukkan badannya ke samping. Matanya melotot kaget.Ternyata, Vera baru saja mencubit pinggang Satria dengan sangat keras menggunakan dua jarinya. Cubitan itu begitu presisi, langsung mengenai titik lemah di atas ikat pinggangnya.Vera menatap Satria dengan mata melotot, memberikan isyarat agar pengawalnya itu segera menutup mulut embernya sebelum urusannya bertambah panjang."Sudah cukup. Mulut kamu ini benar-benar tidak bisa direm ya," desis Vera dengan suara berbisik, tapi tangannya masih menempel di pinggang Satria, bersiap memberikan cubitan ronde kedua jika Satria berani membantah.Satria meringis mengusap pinggangnya. "Iya, iya, Bos. Ini udah diem kok. Tenaganya Nona gede juga ternyata kalau lagi nyubit."Vera mendengus kesal, pipinya sedik
Magbasa pa