Bastian, yang tadi merasa percaya diri, tiba-tiba mematung, merinding. Tubuhnya gemetar ketakutan melihat preman sewaannya dihabisi dengan mudah. Dia mulai mundur pelan, "Ini nggak adil! Kau curang!""Curang?" Satria mengangkat sebelah alisnya. "Beraninya Tuan Muda ini ngancam, dan ngandalin nyali preman bayaran? Mas, laki-laki sejati nggak berlindung di balik punggung orang lain."Vera yang sedari tadi tegang dan menahan napas dalam mobil, tiba-tiba saja melompat keluar dari kursi belakang."Satria!"Vera dengan cepat mendekat ke arah Satria, dan tanpa berkata apa-apa, tangan kirinya bergerak cepat ke arah pinggang pemuda itu.PULAS!Satu cubitan yang tajam mendarat mulus di pinggang Satria."Aduh, aduh, Non! Sakit!" pekik Satria refleks, meringis namun tak bergeser dari posisinya di depan Bastian."Siapa yang suruh kamu meladeni omongannya, hah?" bentak Vera dengan mata melotot, masih mencubit Satria, dan sama sekali tak memperdulikan keributan yang baru saja terjadi. "Kalau kamu te
Read more