Kiki cemberut, lalu ikut menggeser duduknya mendekati Satria lagi."Ih, Kakak mah gitu. Orang lagi kesel juga malah disuruh tidur," keluh Kiki sambil menyandarkan kepalanya ke sandaran sofa, sengaja membusungkan dada. "Aku tuh lagi sebel banget tau, Kak.""Sebel kenapa? Dosennya killer lagi?" tanya Satria, matanya terpaku pada vas bunga di meja, berusaha keras tidak melirik ke samping."Bukan!" Kiki mendengus kesal. Dia memutar tubuhnya menghadap Satria, membuat posisi duduknya semakin provokatif. "Tadi di kampus tuh ya, ada cowok-cowok angkatan atas yang kurang ajar banget. Masa pas aku lewat di kantin, mereka suit-suitin aku. Terus ada yang berani noel lenganku. Nakal banget kan mereka?"Kiki memegang lengan Satria, mengguncangnya pelan mencari simpati."Mereka tuh matanya jelalatan, Kak. Liatin aku kayak mau nelen bulet-bulet. Risih tau gak sih digituin? Aku kan jadi takut pulang sendirian."Satria mengangguk-angguk kaku. Dalam hati dia berteriak, 'Ya lagian kamu pake baju begini,
Magbasa pa