Ruangan itu mendadak terasa lebih sunyi dari sebelumnya. Aisyah berdiri dengan tas yang masih tergenggam erat di tangannya, sementara pikirannya terasa penuh dan berisik pada saat yang bersamaan. Hana masih menatapnya, penuh pertanyaan yang belum mendapat jawaban. Ahmad pun tidak kalah bingung melihat perubahan sikap istrinya sejak pulang dari Bogor.Namun Aisyah tahu.Ia belum siap.Belum siap mengatakan apa pun.Belum siap melihat dunia Hana runtuh untuk kedua kalinya.Ia menarik napas pelan, lalu berusaha mengulas senyum kecil meski terasa begitu berat.“Ya sudah… Umi capek sedikit,” ucapnya lirih.Hana langsung melunak. Kekhawatiran di wajahnya belum hilang, tapi ia memilih tidak memaksa.“Ya sudah, Umi istirahat aja,” ujar Hana pelan. “Dari tadi pasti capek di jalan.”Kalimat sederhana itu justru membuat dada Aisyah terasa semakin sesak.Di saat seperti ini, Hana masih memikirkan dirinya.Masih bisa bersikap lembut.Masih tidak tahu apa yang sedang terjadi di belakangnya.Aisyah
อ่านเพิ่มเติม