Maria dibawa ke rumah sakit. Matanya diperban. Wajahnya memerah dan bengkak. Dia sangat kesakitan. Ada rasa pedih, perih dan ngilu di kepala, mata dan wajanya.“Varrel, di mana kamu?” tanya Maria.“Nona, Tuan Varrel sudah kembali setelah mengantar Anda,” ucap perawat.“Bagaimana keluargaku? Apa mereka telah diberitahu?” tangan Maria meraba-raba. Dia mencari perawat.“Saya tidak tahu, Nona. Tuan Varrel tidak bicara apa pun. Dia hanya meminta kami untuk menjaga dan merawat Anda,” jelas perawat.“Apa Varrel membawa ponselku? Tanya Maria lagi.“Tidak ada, Nona,” jawab perawat.“Tolong hubungi Varrel. Aku mau memberitahu keluargaku,” pinta Maria.“Baiklah. Apa Anda hapan nomor Tuan Varrel?” tanya perawat.“Tidak,” jawab Maria bingung.“Pergilah,” tegas seorang wanita dari pintu. Dia mengusir perawat yang bertugas menjaga dan merawat Maria.“Baik, Nona.” Perawat segera keluar dari kamar Maria.“Siapa kamu? Apa kamu tahu di mana Varrel?” tanya Maria menoleh ke arah suara. Dia tidak mengenali
Read more