LOGINTerima kasih. Semoga selalu suka dengan karya Akak.
Maria dibawa ke rumah sakit. Matanya diperban. Wajahnya memerah dan bengkak. Dia sangat kesakitan. Ada rasa pedih, perih dan ngilu di kepala, mata dan wajanya.“Varrel, di mana kamu?” tanya Maria.“Nona, Tuan Varrel sudah kembali setelah mengantar Anda,” ucap perawat.“Bagaimana keluargaku? Apa mereka telah diberitahu?” tangan Maria meraba-raba. Dia mencari perawat.“Saya tidak tahu, Nona. Tuan Varrel tidak bicara apa pun. Dia hanya meminta kami untuk menjaga dan merawat Anda,” jelas perawat.“Apa Varrel membawa ponselku? Tanya Maria lagi.“Tidak ada, Nona,” jawab perawat.“Tolong hubungi Varrel. Aku mau memberitahu keluargaku,” pinta Maria.“Baiklah. Apa Anda hapan nomor Tuan Varrel?” tanya perawat.“Tidak,” jawab Maria bingung.“Pergilah,” tegas seorang wanita dari pintu. Dia mengusir perawat yang bertugas menjaga dan merawat Maria.“Baik, Nona.” Perawat segera keluar dari kamar Maria.“Siapa kamu? Apa kamu tahu di mana Varrel?” tanya Maria menoleh ke arah suara. Dia tidak mengenali
Tamu undangan telah berpindah ke hotel untuk beristirahat karena masih ada pesta di malam hari. Mereka juga mendapatkan kamar mewah. Semua orang benar-benar menikmati kebahagiaan yang diberikan oleh Varrel. Pria itu memanjakan setiap tamu yang datang. Dia tidak mengecewakan. Walaupun pernikahan itu tanpa dasar cinta hanya jebakan untuk mendekati keluarga Aisyah.Pesta begitu liar. Para pria dan wanita menghabiskan malam dengan minum-minuman beraneka warna serta rasa. Lampu menjadi redup dan berkelip mengikuti alunan music. Para tetua telah meninggalkan jam malam untuk muda mudi.“Ahh! Aku benar-benar bahagia.” Maria merebahkan tubuhnya di atas kasur. Dia menatap langit kamar yang dihiasi lampu Kristal. Wanita itu mengambil ponsel dan memposting pesta mewahnya di semua aku media sosial.“Seluruh dunia harus tahu bahwa aku menikah dengan Varrel. Pria yang berkuasa dan pesta pernikahanku sangat mewah.” Maria terus tersenyum.Maria tidak lagi berhubungan dengan teman-teman yang telah meng
Varrel tidak mencium bibir Maria. Dia hanya mengecup sekilas. Pria itu tidak benar tertarik pada istrinya yang bukan anak kandung Leana.“Kenapa?” tanya Maria di dalam hati. Dia kecewa karena tidak mendapatkan ciuman dari Vareel. Pria yang telah sah menjadi suaminya.“Aku menginginkan keturunan asli,” bisik Varrel melirik Aisyah yang duduk di samping Leana dan memeluk Maria.“Apa?” Maria terkejut. Tubuhnya dipeluk erat oleh Varrel.“Kamu hanya anak angkat dengan keturunan yang tidak jelas. Diambil dari panti asuhan dan menukar identikas dengan Bianka,” lanjut Varrel mengejutkan Maria.Maria terdiam dan membeku. Dia mengunci mulutnya. Wanita itu tidak menyangka bahwa Varrel mengetahui masa lalunya yang cukup kejam. Seorang adik yang membuat sang kakak buta sementara agar bisa masuk kek keluarga kaya.“Bagaimana dia bisa tahu tentang masa laluku?” tanya Maria di dalam hati. Dia menjadi gugup dan takut. Rahasia sepuluh tahun yang lalu telah dikuburnya dengan sangat dalam.“Tuan, Varrel. S
Tidak sulit untuk keluarga Vito memberikan pesta yang meriah dalam waktu yang singkat. Mereka mengundang kolega dan keluarga terdekat. Satu hotel dijadikan tempat pesta dan kamar diberikan gratis untuk tamu undangan. Prosesi pernikahan dilaksanakan di sebuah gereja tua.Tamu adalah kalangan atas, pembisnis dan pejabat ternama. Tidak ada Masyarakat biasa yang hidup seadanya. Mereka semua adalah orang-orang dengan kuasa, tahta dan harta.Maria berdiri bersama dengan Varrel. Mereka masih menunggu Aisyah dan Sean untuk mengucapkan ikrar sumpah pernikahan di gereja yang mewah yang dihiasi dengan mawar putih.“Kenapa Aisyah belum datang?” Maria terlihat gelisah karena pernikahan tidak akan terjadi jika Aisyah tidak datang.“Bukankah kamu pastikan Aisyan akan datang?” Varrel menatap Maria yang tampak gugup.“Tuan Vito. Kapan sumpah pernikahan akan dilangsungkan?” tanya Pendeta.“Kita masih menunggu tamu Istimewa,” jawab Vito melihat pada Varrel.“Kemana Aisyah dan Sean? Kenapa mereka belum da
Leana keluar dari ruang kerja dan menemui Maria. Dia melihat putri angkatnya masih belum menentukan pilihan.“Maria, apa tidak ada yang kamu suka?” tanya Leana.“Aku suka semuanya, Ma.” Maria memeluk tangan Leana. Dia sangat bahagia karena akan mengenakan rancangan hasil karya sang mama yang legendaris. Perancang busana yang sangat terkenal di seluruh dunia.“Kamu hanya bisa mengenakan tiga gaun, Sayang. Pagi, siang dan malam.” Leana mencubit pipi Maria.“Ma, di ruangan itu ada gaun apa?” Maria menunjukkan ruang kaca yang tertutup rapat.“Itu rancangan gaun Muslimah untuk Aisyah.” Leana tersenyum bangga.“Apa aku boleh melihatnya?” tanya Maria.“Kamu tidak akan suka karena gaun-gaun itu tertutup dan khusus untuk Aisyah,” jawab Leana yang tanpa sadar membuat Maria iri.“Mama sudah siapkan gaun pengantin ini yang juga dirancang khusus untuk kamu kenakan di hari bahagia.” Leana merapikan rambut Maria.“Terima kasih, Ma.” Maria tidak puas sebelum bisa melihat gaun Muslimah yang dibuat oleh
Pagi hari Sean membawa Aisyah sarapan di ruang makan. Dia tidak pergi ke perusahaan sehingga dapat menemani sang istri di rumah.“Sayang, apa tidak pergi ke kantor?” tanya Aisyah menyelesaikan sarapannya.“Beberapa hari ini aku tidak menemani kamu karena sibuk,” jawab Sean.“Jadi, hari ini aku akan tetap di rumah bersama kamu.” Sean tersenyum.“Jika banyak pekerjaan, aku tidak masalah di rumah atau mau aku temani di kantor?” Aisyah menatap Sean.“Tidak, Sayang. Di luar sana sangat bahaya. Jalanan akan menjadi medan perperangan,” jelas Sean.“Aku tidak mau kamu terluka,” lanjut pria itu.“Baiklah.” Aisyah tersenyum.Sean dan Aisyah beranjak dari kursi. Mereka berjalan bersama menuju taman samping ruang tengah. Keduanya menikmati suasana pagi yang tenang dan sejuk. Angin berhembus lembut menggoyangkan dedaunan dan ranting pohon. Kupu-kupu tampak bertebangan bahagia menikmati harumnya bunga yang bermekaran.“Nyaman sekali.” Aisyah memperhatikan sekeliling. Dia sudah lama tidak menginjakka
“Alhamdulilah.” Aisyah tersenyum melihat kedatangan para penyelamat. Dia berlari menuju tenda darurat.“Dia.” Sean mengikuti Aisyah dengan tubuh yang sakit.“Semuanya. Tim penyelamat datang.” Aisyah benar-benar bersemangat untuk menyampaikan kabar bahagia kepada semua orang yang masih selamat.“Syu
Aisyah sendirian mengobati para penumpang dan kru pesawat. Dia memeriksa semua orang baik itu para penjahat.“Tidak ada yang bisa diselamatkan. Pria itu menembaki mereka tepat di jantung. Benar-benar ahli.” Aisyah melihat pada Sean yang rebahan di lantai pesawat.“Rena! Bangun Rena!” Pramugari mena
Lampu kabin redup, hanya menyisakan bayangan wajah-wajah tegang. Sean berdiri tegak keluar dari kursinya dengan tetap tenang, ketika para penjahat maju dengan langkah kasar. Senjata mereka berkilat di bawah cahaya lampu darurat, suara dingin mengancam.“Jangan coba-coba melawan. Kau ikut aturan kam
Seorang pria yang menjadi incaran duduk bersama penumpang lain di dalam sebuah pesawat yang sedang terbang di langit malam. Sean Costa Nostra. Keturunan keluarga mafia yang kejam. Dia kembali ke tanah air untuk menepati janji pernikahan dengan kekasih masa kecilnya bernama Maria.Usinya masih muda,







