Sean menatap tajam pada Aisyah. Tidak ada senyuman di wajah pria itu. Dia marah dan cemburu. Apalagi melihat kekasihnya melindungi lelaki lain.“Menyingkir, Aisyah! Aku tidak mau melukai kamu,” tegas Sean dengan satu tangan mengarahkan senjata pada Khaled.“Tidak!” Aisyah menggeleng.“Hey, Kau! Berlindung di balik wanita. Apa kamu tidak malu?” Sean memicing matanya. Dia mencari posisi yang tepat untuk menembaki Khaled, tetapi pria itu benar-benar ragu karena takut melukai Aisyah.“Aisyah benar-benar bisa menjadi kelemahan dan kekuatan ku,” ucap Sean di dalam hati.“Aku tidak seperti itu,” balas Khaled.“Aisyah. Menyingkirlah! Jangan permalukan aku di depan pria lain,” ucap Khaled pelan. “Dia tidak akan menyakitiku.” Aisyah melangkah pelan.“Sean, tolong lepaskan kami. Kita tidak bisa bersama. Aku sudah menikah dengan Khaled,” jelas Aisyah tenang.“Aku tidak peduli karena dari awal kamu memang milikku,” tegas Sean bergerak sedikit ke samping dengan cepat.“Dorr!” Sean berhasil menembak
Huling Na-update : 2026-03-26 Magbasa pa