Share

Bab 55 Manja

last update Petsa ng paglalathala: 2026-03-30 07:05:11
Aisyah memeriksa kesehatan bibi dengan teliti. Dia tahu wanita itu bekerja cukup keras dengan lengan kuat.

“Dia bukan wanita biasa,” gumam Aisyah.

“Otot-otot yang terlatih. Di usia yang tidak muda lagi, tetapi dia benar-benar sehat.” Aisyah menyelesaikan pemeriksaan.

“Bagaimana kondisi Bibi, Non?” tanya bibi.

“Bibi sangat sehat,” jawab Aisyah merapikan kotak medisnya.

“Otot Bibi cukup tegang dan butuh relax,” lanjut Aisyah. Dia yakin wanita paruh baya itu sangat suka Latihan berat.

“Terima k
Fit Tree Fitri

Terima kasih atas dukungannya. Semoga suka.

| 15
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter
Mga Comments (2)
goodnovel comment avatar
Fit Tree Fitri
Terima kasih ...
goodnovel comment avatar
syicinhai
lanjut lagi
Tignan lahat ng Komento

Pinakabagong kabanata

  • Obsesi Cinta Sang Mafia   Bab 143 Pascaoperasi

    Setelah perdarahan berhasil dikendalikan dan kondisi vital Aisyah stabil, tim medis segera mempersiapkan pemindahan ke ruang perawatan. Suasana masih penuh kewaspadaan, karena meski krisis telah teratasi, tubuh Aisyah tetap rapuh setelah operasi besar. Perawat membersihkan area operasi, mengganti kasa, dan menutup luka dengan balutan steril. Dokter anestesi memeriksa kembali tekanan darah, saturasi oksigen, dan memastikan Aisyah tetap dalam kondisi stabil.Noah dibantu perawat dengan hati-hati mengangkat tubuh Aisyah ke atas brankar khusus pasca operasi. Jalur infus, oksigen, dan monitor tetap terpasang, agar kondisi vital bisa terus diawasi selama pemindahan. Sean, yang masih mengenakan pakaian steril, berdiri di samping brankar, menatap istrinya dengan mata penuh haru.“Sayang.” Sean menyentuh pipi Aisyah yang tampak pucat dan dingin.“Sean, kamu ganti pakaian. Kami akan membawa Aisyah pindah ke kamar sebelah,” ucap Noah.“Ya.” Sean mengangguk. Pria itu menghapus air matanya.Pintu r

  • Obsesi Cinta Sang Mafia   Bab 142 Bayi Kedua

    Tangan dokter akhirnya berhasil menemukan kepala bayi. Dengan gerakan cepat namun penuh kehati-hatian, ia menarik keluar tubuh mungil itu. Sesaat ruangan hening—bayi tak langsung menangis. Semua orang menahan napas.“Putriku….” Suara Sean terhenti. Dia ketakutan melihat tubuh pucat putrinya dengan rambut berwarna perak berkilau seperti ibunya yang telah meninggal. Tidak ada suara tangis dari bibir yang mungil."Segera lakukan stimulasi! Jangan biarkan terlambat!" Suara dokter terdesak.“Berikan padaku!” Noah mengambil ponakannya dari tangan dokter.Noah mengusap tubuh bayi, menepuk lembut punggungnya. Detik terasa seperti jam. Hingga akhirnya, suara tangisan lemah namun nyata terdengar. Tangisan itu membuat seluruh ruangan bergemuruh oleh kelegaan.“Oh God!” Noah memeluk dan mencium keponakan kecilnya. Air mata pria itu telah membasahi wajahnya. Dia menyerahkan bayi perempuan kepada perawat untuk segera dibersihkan.Sean menutup wajahnya dengan kedua tangan, air mata jatuh deras. Dua k

  • Obsesi Cinta Sang Mafia   Bab 141 Bayi Pertama

    Lampu operasi menyinari tubuh Aisyah yang terbaring tak berdaya di meja operasi. Bius total telah membuatnya terlelap, wajahnya tenang namun penuh misteri—seolah berada di ambang batas antara kesadaran dan ketiadaan. Di sekelilingnya, tim medis bergerak cepat, setiap langkah penuh ketegangan.Suara monitor jantung berdetak teratur, namun setiap perubahan angka membuat suasana menegang. Bau antiseptik menusuk, bercampur dengan suara logam instrumen yang bergesekan. Dokter bedah menatap layar monitor dengan mata tajam, sementara perawat menyiapkan alat dengan tangan bergetar halus."Kita mulai insisi. Ingat, bayi pertama dalam posisi aman, tapi bayi kedua melintang. Kita harus bekerja cepat." Suara tegas dokter menembus keheningan. “Kehamilan Aisyah benar-benar beresiko. Padahal dia dan bayi kembar sangat sehat.” Noah meminta untuk tetap di dalam ruangan operasi agar bisa mengawasi kondisi Aisyah dan terus berada di sisi adiknya.“Dokter, apa aku Sean bisa masuk?” tanya Noah.“Tentu saj

  • Obsesi Cinta Sang Mafia   Bab 140 Kontraksi

    Aisyah bangun di pagi hari. Dia duduk dengan sangat susah. Tangannya berpegangan pada pinggir tempat tidur agar mendapatkan bantuan tarikan.“Allahu Akbar.” Aisyah mengatur napas. Dia berdiri dan berjalan perlahan ke kamar mandi.“Sayang.” Sean dengan mudah terbangun. Dia melihat Aisyah sudah masuk ke dalam kamar mandi.“Jangan dikunci.” Sean dengan cepat beranjak dari kasur dan berlari ke kamar mandi. Dia segera masuk dan menyusul Aisyah.“Sayang, kenapa tidak membangunkan aku?” tanya Sean khawatir. Pria itu segera mencuci muka.“Aku mau buang air kecil dan langsung mandi. Sebentar lagi subuh baru bangunkan kamu.” Aisyah tersenyum.“Jika kamu terbangun. Harus bangunkan aku, Sayang. Apa pun itu,” tegas Sean.“Baiklah.” Aisyah mandi dibantu Sean. Wanita itu duduk du kursi yang memang telah disiapkan.Sean dengan telaten membersihkan tubuh Aisyah. Dia menyampo rambut hitam istrinya. Membilas hingga bersih. Seorang mafia menjadi pria lembut dan perhatian ketika dia dipertemukan Tuhan deng

  • Obsesi Cinta Sang Mafia   Bab 139 Hamil Besar

    Sean terus berada di sisi Aisyah. Dia tidak pernah meninggalkan istrinya sedetik pun. Sepanjang hari menemani Aisyah yang sedang hamil tua. Tim dokter telah standby di klinik mendekati hari kelahiran. Perut yang besar karena mengandung sepasang bayi kembar yang kuat.“Allahuakbar.” Aisyah sudah kesulitan bergerak.“Pelan-pelan, Sayang.” Sean menggandeng tangan Aisyah. Mereka jalan-jalan di taman menunggu waktu kelahiran.“Iya, Sayang.” Aisyah yang sudah makan sesuai dengan pengaturan ahli gizi masih tidak bisa mengontrol pertumbuhan bayi kembarnya. Dia harus menguras banyak tenaga untuk menjaga dan membawa bayi yang ada di dalam kantung rahim.“Sayang, aku tidak kuat lagi berjalan,” ucap Aisyah menghentikan langkah kakinya.“Duduk di sini, Sayang.” Sean membantu Aisyah duduk di kursi taman.“Langkahnya semakin sedikit setiap hari. Aisyah benar-benar kesulitan dan kelelahan.” Sean menatap Aisyah khawatir.“Pertumbuhan bayi sangat cepat sehingga berat badan mereka terus naik. Padahal dok

  • Obsesi Cinta Sang Mafia   Bab 138 Sepasang Bayi Kembar

    Aisyah rutin melakukan pemeriksaan setiap bulan di klinik pribadi yang disiapkan Sean. Uang benar-benar memudahkan segala urusan. Pria itu bahkan mampu mendatangkan tim dokter terkenal dan mahal sekalipun untuk merawat anak serta istrinya. Dia membali semua perlengkapan kesehatan untuk mengisi klinik sehingga Aisyah tidak perlu pergi ke luar untuk pemeriksaan hingga melahirkan.“Selamat pagi, Nyonya Aisyah.” Tim dokter terbaik menyambut kedatangan Aisyah untuk pemeriksaan dan USG di usia kandungan yang telah tujuh bulan. Wanita itu sengaja menunggu hingga tujuh bulan untuk melihat jenis kelamin calon bayi kembarnya.“Silakan, Nyonya.” Dokter Elena membawa Aisyah ke ruangan khusus.“Sayang, aku sudah tidak sabar.” Sean selalu setia mendamping Aisyah.“Tenanglah, Sayang.” Aisyah tersenyum melihat Sean yang selalu gugup setiap kali dia melakukan pemeriksaan.Aisyah telah berbaring di atas tempat tidur. Dokter mengoleskan gel khusus di area tubuh agar transduser bisa menghantarkan gelomban

  • Obsesi Cinta Sang Mafia   Bab 4 Berpisah

    “Alhamdulilah.” Aisyah tersenyum melihat kedatangan para penyelamat. Dia berlari menuju tenda darurat.“Dia.” Sean mengikuti Aisyah dengan tubuh yang sakit.“Semuanya. Tim penyelamat datang.” Aisyah benar-benar bersemangat untuk menyampaikan kabar bahagia kepada semua orang yang masih selamat.“Syu

  • Obsesi Cinta Sang Mafia   Bab 3 Keberuntungan

    Aisyah sendirian mengobati para penumpang dan kru pesawat. Dia memeriksa semua orang baik itu para penjahat.“Tidak ada yang bisa diselamatkan. Pria itu menembaki mereka tepat di jantung. Benar-benar ahli.” Aisyah melihat pada Sean yang rebahan di lantai pesawat.“Rena! Bangun Rena!” Pramugari mena

  • Obsesi Cinta Sang Mafia   Bab 2 Tragedi Pesawat

    Lampu kabin redup, hanya menyisakan bayangan wajah-wajah tegang. Sean berdiri tegak keluar dari kursinya dengan tetap tenang, ketika para penjahat maju dengan langkah kasar. Senjata mereka berkilat di bawah cahaya lampu darurat, suara dingin mengancam.“Jangan coba-coba melawan. Kau ikut aturan kam

  • Obsesi Cinta Sang Mafia   Bab 1 Permainan Takdir

    Seorang pria yang menjadi incaran duduk bersama penumpang lain di dalam sebuah pesawat yang sedang terbang di langit malam. Sean Costa Nostra. Keturunan keluarga mafia yang kejam. Dia kembali ke tanah air untuk menepati janji pernikahan dengan kekasih masa kecilnya bernama Maria.Usinya masih muda,

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status