Langit malam diguyur oleh deras yang hujan. Kaca depan mobil Sean dipenuhi butiran air yang berkilau seperti pecahan kaca. Jalanan sepi, hanya suara gemuruh petir dan deru mesin yang menemani kepulangannya. Namun tiba-tiba, dari balik kabut hujan, sekelompok mobil hitam melaju cepat, memotong jalannya dengan brutal. Lampu-lampu mereka menyilaukan, menciptakan aura ancaman yang tak bisa diabaikan.Sean menginjak rem, ban mobilnya berdecit di atas aspal basah. Sekelompok pria bertopeng keluar dari mobil-mobil itu, membawa pistol. Hujan menambah dramatisasi, setiap tetes seperti dentuman perang kecil di tanah. Sean tahu, itu adalah penyerangan yang sudah direncanakan.Dengan cepat ia keluar, tubuhnya basah kuyup, namun matanya tajam penuh perlawanan. Pertarungan pun pecah. Dentuman peluru beradu dengan suara hujan, pukulan dan tendangan bergema di bawah kilatan petir. Sean bergerak lincah, memanfaatkan genangan air untuk menjatuhkan lawan, sementara musuh menyerang tanpa henti. Satu per s
Baca selengkapnya