Langit pagi berwarna biru terang. Cahaya matahari menembus kaca-kaca mozaik Masjid Agung Roma, memantulkan kilau yang seolah menari di lantai marmer putih. Di dalam, suasana hening namun tegang. Jamaah terbatas, hanya saksi, imam, dan beberapa orang kepercayaan Sean yang berpakaian rapi namun aura mereka jelas bukan orang biasa. Tatapan tajam, tubuh berotot, dan bisikan rendah yang mengandung kewaspadaan.Sean, pria berjas hitam dengan garis wajah keras, duduk di sisi depan. Rambutnya disisir rapi, namun sorot matanya menyimpan badai. Dia adalah seorang mafia yang terbiasa memimpin dengan kekerasan. Di hadapannya, seorang wanita muslimah bercadar duduk anggun, wajahnya tertutup kain putih lembut, hanya mata yang tampak berkilau penuh keteguhan. Kontras yang mencolok. Dunia gelap Sean bertemu dengan kesucian seorang perempuan yang hidup dalam lingkaran iman.Sean tidak langsung menjemput keluarga Aisyah. Pria itu lebih memilih melangsungkan pernikahan terlebih dulu. Aisyah duduk bersama
Baca selengkapnya