Ibu langsung memeluk Kalla saat diberitahu tentang kehamilan putrinya. Wanita paruh baya itu bahkan sampai meneteskan air mata. Akhirnya impian memiliki cucu akan terwujud. “Ibu tahu, kata dokter bayinya kembar. Ada dua janin di perut Kalla, Bu.”Untuk kedua kalinya ibu dibuat terkejut dengan kabar dari putrinya itu. “Beneran? Jadi ibu mau punya cucu kembar?” rasa haru kontan menyeruak. Hatinya bukan berbunga-bunga lagi, tapi seperti melambung ke atas awan. Ibu mengucapkan syukurnya sambil memeluk sang putri sekali lagi. “Ibu jangan sebarin ini ke teman-teman ibu dulu ya. Biar mereka tahu nanti saja waktu syukuran empat bulanan.” Kalla tersenyum ketika ibu sepakat. Tapi sebagai wujud rasa syukur, ibu berniat masak makanan lezat hari ini untuk makan malam. Kalla tentu tidak melarangnya. “Biar Kalla bantu, Bu.” “Nggak usah. Kamu istirahat aja. Uhm, telepon Moya suruh dia makan malam sama kita,” sahut ibu segera menuju dapur. Dia mengangkat tangan, mewanti-wanti putrinya agar tidak
Baca selengkapnya