Tiga orang pria yang sudah lebih dulu hadir di ruang meeting kompak berdiri ketika pintu dibuka dari luar. Tiga orang itu dari Foster Grup. Pria tua dengan kumis lebat dan bertubuh tambun, Bernald–Presiden Foster Grup. Pria matang dengan jambang yang mengelilingi rahangnya, John—Dirut Foster, serta pria bertubuh tegap, Rocky–asisten pribadi Bernald. Mereka menyambut kedatangan empat pria yang satu per satu memasuki ruang meeting. Raven yang pertama masuk, pria bermata coklat itu tersenyum miring selagi berjalan memimpin. Di belakang Raven, papanya, Reyhan. Lanjut Cade, dan terakhir Reyga—yang berusaha menunjukkan wajah tenang, kendati sebenarnya ingin meninju muka John Foster. “Maaf, sudah membuat semuanya menunggu lama,” ucap Raven basa-basi. Dia duduk tepat berhadapan dengan asisten Bernald. Di sisinya ada Reyhan, yang berhadapan langsung dengan Bernald. Lalu Reyga, yang berseberangan dengan John. Baru Cade, yang memilih duduk paling ujung. “Oh, tidak apa-apa, Pak Raven. Kami b
Baca selengkapnya