Di atas tempat tidur, ketika dia dan suaminya berbaring, Kalla mengacungkan tangannya yang tersemat cincin red diamond. Dilihat dari posisi mana pun cahaya yang berkilauan itu tetap memantul sempurna. “Aku masih nggak percaya mama kasih ini ke aku, Rey,” ucap wanita itu sambil tak henti memperhatikan batu mulia tersebut. “Apa itu artinya mama benar-benar sudah menerimaku?”“Mungkin.” Kalla menjauh dari pelukan sang suami, dan mencari wajah gantengnya. “Kok mungkin?” “Ya, kita nggak tau isi hati mama kan? Harapanku mama benar-benar sadar, dan mau sayang ke kamu sama seperti dia sayang ke menantu lainnya. Nggak beda-bedain lagi, dan nggak banding-bandingin lagi.”Kalla mengangguk. Reyga benar, susah mengukur kedalaman hati seseorang. Mata Kalla refleks turun ke bawah ketika tangan Reyga menyelinap ke balik daster midi yang dia pakai. “Aku emang nggak tau isi hati mama, tapi aku tau banget isi hati kamu,” ucap wanita itu dengan nada sinis. Membuat Reyga sekonyong-konyong tertawa. “Ng
Read more