Baskara sengaja mengulur waktu beberapa detik. Ia meraba saku celananya dengan gerakan perlahan, membiarkan mata semua orang, termasuk Menur, Sekar, dan Sari di beranda terpaku pada jemari besarnya yang kokoh. Dari dalam saku, ia mengeluarkan sebuah benda kecil berbalut kain sapu tangan kumal, lalu membukanya sedikit di bawah sorot cahaya obor."Mereka menjatuhkan ini saat aku menghajar mereka di gubuk, Tuan Broto," ujar Baskara tenang, suaranya berat dan bergaung penuh penekanan. "Sebuah lencana besi kuno bersimbol jangkar silang dengan inisial 'V.O.' di tengahnya. Saya rasa, Anda jauh lebih paham siapa pemilik lambang ini di wilayah pelabuhan Tanjung Priok.""Jangkar ... silang? Bajingan-bajingan dari serikat pelabuhan utara itu?!" desis Broto dengan suara tercekat di tenggorokan. Ia buru-buru menyambar sapu tangan dari tangan Baskara, lalu menatap benda di dalamnya dengan mata melotot ketakutan. "Kurang ajar! Mereka benar-benar ingin menguras hartaku dan melenyapkan keluargaku!"La
Read more