Share

70. Kena Karma

Penulis: Alya Feliz
last update Tanggal publikasi: 2026-05-06 09:31:58

Hal yang paling dibenci oleh Harsa adalah menjadi pusat perhatian. Ditodong dengan pertanyaan seperti itu, membuat Harsa diam tak berkutik. Bagaimana mereka bisa tahu tentang perasaannya terhadap Kamila? Apakah sejelas itu?

"Maksudnya gimana?"

Mereka semua saling pandang. Bahkan para sepupu pun menghentikan aktivitasnya bermain ponsel dan fokus melihat Harsa.

"Ck, gitu aja nggak tahu. Harsa itu suka pada Kamila. Putra sih, bodoh. Masa istri secantik itu malah dianggurin. Malah sibuk selingku
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci
Komen (1)
goodnovel comment avatar
Adfazha
Karma dari bayar tunai klo kata bulek mah apa itu Karma gk bkl mempan ehhh kena jg kan tuh suami tercinta digondol ponakan wkwkwkk gk sabar nih kondangin Harsa kamila
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terbaru

  • Karma Suami Mendua    117. Anak Bukanlah Investasi

    "Memiliki anak itu bukanlah sebuah perlombaan. Bukan sebagai tanda bahwa pernikahan itu bahagia. Tidak sesederhana itu. Banyak yang lupa atau bahkan tidak tahu bahwa anak adalah titipan dari Allah yang harus kita jaga sebaik mungkin. Kelak, kita akan dimintai pertanggungjawaban mengenai anak kita, terutama aku sebagai ayah." Harsa masih ingat betul nasehat dari kakeknya. Setakut itu dengan pertanggungjawaban di akhirat kelak, sampai-sampai beliau hanya memiliki dua anak saja. Tidak seperti kebanyakan orang-orang jaman dulu yang berlomba-lomba untuk memperbanyak anak. "Kita nggak bisa hanya melihat anak sebagai investasi di akhirat kelak. Sebelum menyuruh anak untuk mendoakan kita, tentu kita harus mendidiknya dengan benar dan memberinya kasih sayang terlebih dulu. Dan di tahap itu, kebanyakan laki-laki gagal karena lalai. Karena tergoda oleh wanita lain atau tidak mau menafkahi. Mereka melimpahkan kewajiban itu pada istrinya. Padahal, itu adalah kewajiban dari ayah."Selama hidupnya

  • Karma Suami Mendua    116. Kenapa Menikah Harus Memiliki Anak?

    Kamila masih ingat betul wanita yang saat ini tengah memeluknya dengan tubuh gemetaran dan berlinang air mata. Wanita yang dulu memberi Kamila tisu ketika menangis di Prince Swalayan karena perkataan Bu Karlina. "Mbak, tolong bawa aku pergi dari dia," pinta wanita yang bahkan tidak dia tahu namanya itu dengan suara gemetar. "Kamu siapa? Jangan ikut campur urusan rumah tangga saya!" bentak suami wanita itu. Pria itu menarik tangan istrinya, tapi Kamila langsung menahan. "Jangan memaksa perempuan. Kalau dia nggak mau ya nggak mau," ucap Kamila sambil menarik wanita dalam pelukannya itu. Tidak Kamila sangka, pria itu malah menarik istrinya secara paksa dan mendorong Kamila hingga tubuhnya sempoyongan. "Hei! Jangan kasar pada perempuan!" bentak Harsa. Untung suaminya dengan sigap menahan tubuhnya yang hampir terjatuh karena kakinya tersandung. Dia syok bukan main. Pria yang dulu ikut melindunginya dari sorotan kamera publik, kini berbuat kasar pada istrinya sendiri. "Mas! Gara-gar

  • Karma Suami Mendua    115. Tentang Foto Tak Senonoh

    Meskipun mereka sudah puluhan kali berhubungan intim, tapi tetap saja Harsa merasa berdebar seperti remaja yang sedang kasmaran ketika Kamila mencium bibirnya dengan lembut. Ah, hatinya terasa berbunga-bunga. Memiliki wanita yang selama ini dia idamkan, membuatnya begitu bahagia. Dia mencium puncak kepala istrinya yang kini sedang memeluknya dengan erat. "Aku cemburu. Aku nggak suka Rendra terus menatap kamu dengan penuh cinta begitu. Aku nggak rela," ulangnya, merasa senang karena Kamila sepertinya bahagia mendengar kata-kata itu. Sejak melihat kehadiran Rendra di restoran, Harsa langsung merasa terganggu. Dia merasakan panas di hati dan amarah yang baru kali ini begitu membakar. Apalagi sorot mata Rendra terlihat begitu jelas, meskipun pria itu datang bersama Dewi. Harsa tahu Rendra selama ini memendam rasa cinta pada istrinya sejak lama. Dia masih ingat bagaimana pria itu terus memuji Kamila dan terlihat begitu bersemangat ketika membahas tentang wanita itu, ketika dia bertanya

  • Karma Suami Mendua    114. Cemburu

    Rendra menggertakkan rahangnya dengan tangan terkepal erat. Dia menatap kamar yang dia sewa dengan dua ranjang di sana. Entah apa yang dipikirkannya ketika menerima permintaan Intan alias Dewi untuk ikut ke Malang, padahal dia berniat untuk pulang kampung mumpung pabrik libur 3 hari karena tanggal merah dan cuti bersama di akhir pekan. "Kenapa susah sekali mencari wanita yang bener seperti Kamila?" gumamnya sebelum menghisap rokoknya yang hanya tinggal sedikit, lalu membuangnya ke lantai yang diplester semen dan menginjaknya. Dia memilih untuk berbalik menjauhi kamar itu. Tidak berminat untuk mengkonfrontasi Dewi. Toh, mereka belum memiliki hubungan apa-apa. Hanya sekedar dekat, meskipun Rendra mulai mempertimbangkan untuk serius dengan Dewi. Tidak! Siapa yang dia bohongi? Dia masih mencintai Kamila dan berharap ada keajaiban. Dia pernah mendengar bahwa presiden komisaris Unilion pusat akhirnya menikah, tapi dia tidak menyangka bahwa yang dinikahi adalah Kamila. Sekarang, dia menye

  • Karma Suami Mendua    113. Rendra Sudah Kalah Sejak Awal

    "Mas, nanti kamu nggak bisa membeli kebutuhan kamu. Kalau kamu butuh makan di luar gimana? Kalau ada apa-apa di jalan gimana? Aku nggak terbiasa memegang uang sebanyak ini." Harsa tersenyum mengingat reaksi istrinya yang langsung panik ketika dia menyerahkan semua kartunya. Tidak seperti bayangannya. Dia pikir, Kamila akan langsung bahagia dan berteriak kegirangan karena akhirnya bisa menguasai semua hartanya. Tapi, wanita itu malah memberinya uang cash 500 ribu sebagai pegangan. "Kamu nggak takut aku macam-macam jika aku memegang uang?" Harsa tahu, wanita akan trauma setelah diselingkuhi. Setidaknya itu yang dibilang oleh ibunya. Mereka akan berubah menjadi posesif dan melakukan segala cara agar pasangan barunya tidak memegang uang, karena takut akan selingkuh juga. "Kalau kamu mau macam-macam, pastilah sebelum menikah sama aku sudah sering melakukannya karena masih bebas. Seandainya kamu memiliki niat untuk memilih jalan seperti yang dipilih oleh Putra, silahkan. Toh, kamu send

  • Karma Suami Mendua    112. Penghancur Mood

    "Kamila! Lama banget kita nggak ketemu..." Rendra hampir saja memeluk Kamila seperti kebiasaannya ketika kuliah dulu, ketika seseorang menahannya. Baik Kamila maupun Rendra menoleh. Harsa menahan lengan Rendra dengan wajah datar. "Dia istriku. Jangan sembarangan memeluk." Rendra kaget dan langsung menarik kedua tangannya. "Eh? Pak Harsa? Bukannya suami Kamila itu..." Harsa melingkarkan lengannya di pundak Kamila dengan posesif. "Dia istri saya sekarang. Kenapa kamu sembarangan mau memeluk perempuan di tempat umum? Apa kamu terbiasa dengan gaya hidup bebas?" Nada bicara Harsa terdengar dingin, dan Rendra langsung mengusap tengkuknya tanpa sadar. Kamila sendiri meringis mendengar suaminya ternyata bisa sedingin ini. Padahal, biasanya lelaki itu suka bermanja-manja padanya."Eh, ma-maaf Pak. Saya terbiasa memeluk Kamila waktu kuliah dulu karena dia sahabat saya..." "APA?" "Sayang, dia cuma bercanda," jawab Kamila buru-buru sambil mengelus-elus tangan suaminya yang berada di pundak

  • Karma Suami Mendua    75. Harsa Galau

    "Gimana? Udah ada kabarnya belum?" Harsa menggeleng dengan wajah lesu. Sudah tiga bulan sejak dia memberikan cincin emas Tiffany pada Kamila, tapi sampai saat ini belum ada kabar juga. "Apa aku terlalu agresif? Atau berlebihan mungkin?" gumamnya. Dia tidak tahu bagaimana cara mendekati wanita. S

  • Karma Suami Mendua    72. Kotak Beludru Merah

    "Ma, aku main ke rumahnya Juna ya. Ada PR juga, jadi sekalian nanti ngerjain bareng," kata Fiona meminta ijin. Kamila belum sempat menjemput Fiona saat tiba-tiba anak itu datang bersama Arin dan Arjuna. "Boleh. Tapi jangan sampai mengganggu Tante Arin yang lagi live ya," balas Kamila. Fiona meng

  • Karma Suami Mendua    71. Penggemar Rahasia

    "Nanti kalau mama belum menjemput, tungguin di warungnya Bu Risa atau ikut Tante Arin ya." Fiona mengangguk setelah mencium tangan Kamila, lalu berlari menuju ke kerumunan teman-teman barunya di sekolah SD. Begitu Fiona sudah aman, Kamila bergegas menyalakan sepeda motornya dan meninggalkan sekol

  • Karma Suami Mendua    68. Penyesalan Delina

    "Kenapa kamu tidur dengan ayahku? Kamu menukar tubuhmu demi apartemen ini, hah!" Delina kaget luar biasa begitu membuka pintu apartemen mewah hadiah dari Pak Mustofa, tubuhnya langsung didorong ke belakang. Aroma parfum yang begitu dia hafal langsung memenuhi rongga hidungnya. Rasa rindu itu begi

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status