Share

61. Sakaratul Maut

Penulis: Alya Feliz
last update Tanggal publikasi: 2026-04-30 10:25:02

Setiap perbuatan akan mendapatkan balasannya. Jika tidak di dunia, maka balasannya akan diterima di akhirat nanti. Dan jika kamu menyakiti manusia, maka kamu tidak akan bisa masuk surga sebelum mendapatkan maaf dari orang yang kamu sakiti.

Sudah seminggu setelah Bu Maria berkunjung dengan sumpah serapahnya, Rebecca akhirnya jatuh sakit. Doa buruk dari ibunya membuat Rebecca tidak nafsu makan.

Rebecca tidak mau keluar dari sel, meskipun petugas lapas membentak-bentaknya. Dia menulikan telinga
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Karma Suami Mendua    119. Percobaan Pembunuhan

    "Ma, papa nggak dibangunin?" Kamila yang sejak tadi sibuk melihat-lihat ponsel Harsa, menoleh. "Papa masih mengantuk, Fio. Tadi malam tidurnya telat. Biarin aja. Nanti takutnya masih ngantuk saat dalam perjalanan." Setelah menunaikan sholat Subuh, Harsa memang tidur lagi karena masih mengantuk. Kemarin malam, mereka tidur jam 2 setelah kembali mengobrol ngalor-ngidul."Kalau begitu sarapannya di sini aja. Jangan di resto." Kening Kamila berkerut. Tidak biasanya Fiona lebih suka di dalam kamar daripada di luar. Padahal, anak itu sejak kemarin terus mengoceh ingin menikmati indahnya pantai di pagi hari."Nggak jadi lihat pantai? Mumpung matahari belum terbit. Nanti biar bisa melihat sunrise" Fiona terlihat berpikir. Kamila kembali melanjutkan kegiatannya melihat-lihat ponsel Harsa. Ada pesan dari Erik mengenai video kejadian kemarin yang viral di medsos. Beruntung wajah Kamila tidak kelihatan karena Harsa menghalanginya.[Suruh Rendra memecat karyawan itu. Setelah itu dia harus meng

  • Karma Suami Mendua    118. Ancaman Dewi

    Teriakan Dewi begitu keras, sampai-sampai Rendra dengan cepat melihat ke sekitarnya untuk memastikan bahwa tidak ada orang di sana. "Ngapain kamu ke sini? Sudah kubilang, kembali ke kamarmu dan renungi kesalahanmu. Besok, kamu kuantar pulang," kata Rendra dengan kening berkerut, merasa tidak suka. "Kenapa? Biar kamu bisa bebas mengejar si jalang itu?" "Dewi! Jaga mulut kamu!" Tangan kanan Rendra terangkat hendak menampar Dewi, tapi dia tahan. Rahangnya mengeras. "Memang dia jalang kok. Dulu waktu masih sama Putra aja, dia udah selingkuh sama kakak iparnya. Dan sekarang? Malah beneran ninggalin suaminya demi menikah sama kakak iparnya. Apa lagi sebutannya kalau bukan jalang?" PLAK! Baik Dewi maupun Novita terlihat syok. Bedanya, Novita syok karena melihat perempuan tak jelas yang tiba-tiba berkata kasar pada Rendra. Selama mengenal pria itu, Rendra tidak pernah kasar pada perempuan. Pasti perempuan itu sudah keterlaluan. "Kamila jauh lebih baik darimu. Dia menikahi kakak iparnya

  • Karma Suami Mendua    117. Anak Bukanlah Investasi

    "Memiliki anak itu bukanlah sebuah perlombaan. Bukan sebagai tanda bahwa pernikahan itu bahagia. Tidak sesederhana itu. Banyak yang lupa atau bahkan tidak tahu bahwa anak adalah titipan dari Allah yang harus kita jaga sebaik mungkin. Kelak, kita akan dimintai pertanggungjawaban mengenai anak kita, terutama aku sebagai ayah." Harsa masih ingat betul nasehat dari kakeknya. Setakut itu dengan pertanggungjawaban di akhirat kelak, sampai-sampai beliau hanya memiliki dua anak saja. Tidak seperti kebanyakan orang-orang jaman dulu yang berlomba-lomba untuk memperbanyak anak. "Kita nggak bisa hanya melihat anak sebagai investasi di akhirat kelak. Sebelum menyuruh anak untuk mendoakan kita, tentu kita harus mendidiknya dengan benar dan memberinya kasih sayang terlebih dulu. Dan di tahap itu, kebanyakan laki-laki gagal karena lalai. Karena tergoda oleh wanita lain atau tidak mau menafkahi. Mereka melimpahkan kewajiban itu pada istrinya. Padahal, itu adalah kewajiban dari ayah."Selama hidupnya

  • Karma Suami Mendua    116. Kenapa Menikah Harus Memiliki Anak?

    Kamila masih ingat betul wanita yang saat ini tengah memeluknya dengan tubuh gemetaran dan berlinang air mata. Wanita yang dulu memberi Kamila tisu ketika menangis di Prince Swalayan karena perkataan Bu Karlina. "Mbak, tolong bawa aku pergi dari dia," pinta wanita yang bahkan tidak dia tahu namanya itu dengan suara gemetar. "Kamu siapa? Jangan ikut campur urusan rumah tangga saya!" bentak suami wanita itu. Pria itu menarik tangan istrinya, tapi Kamila langsung menahan. "Jangan memaksa perempuan. Kalau dia nggak mau ya nggak mau," ucap Kamila sambil menarik wanita dalam pelukannya itu. Tidak Kamila sangka, pria itu malah menarik istrinya secara paksa dan mendorong Kamila hingga tubuhnya sempoyongan. "Hei! Jangan kasar pada perempuan!" bentak Harsa. Untung suaminya dengan sigap menahan tubuhnya yang hampir terjatuh karena kakinya tersandung. Dia syok bukan main. Pria yang dulu ikut melindunginya dari sorotan kamera publik, kini berbuat kasar pada istrinya sendiri. "Mas! Gara-gar

  • Karma Suami Mendua    115. Tentang Foto Tak Senonoh

    Meskipun mereka sudah puluhan kali berhubungan intim, tapi tetap saja Harsa merasa berdebar seperti remaja yang sedang kasmaran ketika Kamila mencium bibirnya dengan lembut. Ah, hatinya terasa berbunga-bunga. Memiliki wanita yang selama ini dia idamkan, membuatnya begitu bahagia. Dia mencium puncak kepala istrinya yang kini sedang memeluknya dengan erat. "Aku cemburu. Aku nggak suka Rendra terus menatap kamu dengan penuh cinta begitu. Aku nggak rela," ulangnya, merasa senang karena Kamila sepertinya bahagia mendengar kata-kata itu. Sejak melihat kehadiran Rendra di restoran, Harsa langsung merasa terganggu. Dia merasakan panas di hati dan amarah yang baru kali ini begitu membakar. Apalagi sorot mata Rendra terlihat begitu jelas, meskipun pria itu datang bersama Dewi. Harsa tahu Rendra selama ini memendam rasa cinta pada istrinya sejak lama. Dia masih ingat bagaimana pria itu terus memuji Kamila dan terlihat begitu bersemangat ketika membahas tentang wanita itu, ketika dia bertanya

  • Karma Suami Mendua    114. Cemburu

    Rendra menggertakkan rahangnya dengan tangan terkepal erat. Dia menatap kamar yang dia sewa dengan dua ranjang di sana. Entah apa yang dipikirkannya ketika menerima permintaan Intan alias Dewi untuk ikut ke Malang, padahal dia berniat untuk pulang kampung mumpung pabrik libur 3 hari karena tanggal merah dan cuti bersama di akhir pekan. "Kenapa susah sekali mencari wanita yang bener seperti Kamila?" gumamnya sebelum menghisap rokoknya yang hanya tinggal sedikit, lalu membuangnya ke lantai yang diplester semen dan menginjaknya. Dia memilih untuk berbalik menjauhi kamar itu. Tidak berminat untuk mengkonfrontasi Dewi. Toh, mereka belum memiliki hubungan apa-apa. Hanya sekedar dekat, meskipun Rendra mulai mempertimbangkan untuk serius dengan Dewi. Tidak! Siapa yang dia bohongi? Dia masih mencintai Kamila dan berharap ada keajaiban. Dia pernah mendengar bahwa presiden komisaris Unilion pusat akhirnya menikah, tapi dia tidak menyangka bahwa yang dinikahi adalah Kamila. Sekarang, dia menye

  • Karma Suami Mendua    43. Sifat Asli Bu Karlina

    "Kamu ini bicara apa? Sama anak dan cucu sendiri kok perhitungan. Sudah aku niatkan untuk mengasuh cucuku dan membiayai pendidikannya setelah Kamila bercerai. Kamu sendiri tahu Putra sudah dipecat dari pekerjaannya. Anakmu sekarang sudah tidak ada yang menafkahi," tegur Pak Seno dengan wajah berker

  • Karma Suami Mendua    42. Kenyataan Pahit

    "Ya Allah, ternyata susah banget ya live di marketplace. Persis sales, cuma lebih capek karena harus ngomong non-stop," komentar Kamila setelah 3 jam live di akun milik Arin.Dia tidak menyangka bahwa follower Arin sudah mencapai ratusan ribu. Bahkan yang mengikuti live tadi mencapai ribuan. Pantas

  • Karma Suami Mendua    41. Bangkrutnya Sang Pelakor

    "Tolong, ijinkan saya merawat Mas Putra dulu sebelum dipenjara," mohon Rebecca sambil menangis-nangis.Rebecca pikir, setelah semua uang hasil menggelapkan dana perusahaan itu disita, yang sebagiannya sudah dia rupakan dalam bentuk emas batangan, dia akan bebas. Tapi ternyata tidak.Perusahaan menu

  • Karma Suami Mendua    40. Pelakor Menuai Karma

    Rebecca tidak pernah mengira bahwa waktu ini akan tiba. Setelah dipecat, dia merasa aman karena perusahaan tidak menindaklanjuti tindakannya yang ketahuan menggelapkan dana perusahaan. Awalnya, dia merasa jumawa. Akan mengulanginya lagi jika diterima di perusahaan baru. Rebecca bahkan sudah menyia

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status