Di kejauhan, di posisi mortir yang kini dipenuhi mayat, Garuda Hitam berdiri di samping Ragnar AX yang sudah terpasang stabil di atas bipod. Tatapannya tenang dan dingin saat mengamati area hutan melalui scope.Api ledakan terus memantul di lensa optiknya. Moncong sniper berat itu perlahan bergerak, lalu berhenti tepat pada posisi Darmajaya dan Rama yang sedang berlindung di tengah kekacauan.Setelah memastikan target, ia mengangkat komunikator, nada suaranya terdengar datar dan dingin. “Bos! Target terkunci.”***BAAAANG!Dentuman berat Ragnar AX kembali mengguncang malam. Suara itu dalam, keras, dan memekakkan telinga, seperti palu baja raksasa yang menghantam landasan besi.Di posisi mortir, laras sniper berat milik Garuda Hitam masih mengepulkan asap panas. Peluru itu melesat keluar dengan kecepatan mengerikan, membelah udara malam sambil berputar menuju sasaran di tengah hutan.Pada saat itu, naluri Darmajaya langsung menjerit. Bulu kuduknya berdiri, tubuhnya bergerak lebih cepat
Mehr lesen