Arka menyandarkan tubuhnya ke batang pohon sambil mengatur napas. Darah terus mengalir dari luka gores di lengan kirinya akibat peluru nyasar, meski lukanya tidak dalam. Wajah Niko juga robek terkena serpihan batu, sedangkan Arga hanya kehilangan beberapa bagian seragam tempurnya tanpa mengalami cedera berarti.Tak lama kemudian, Garda bersama anak buahnya bergerak mendekat dan membentuk perimeter di sekitar mereka."Bos, langkah kita selanjutnya?" tanya Garda. "Apa pintu masuknya sekalian kita ledakkan saja?"Arka menggeleng pelan. Ia berjalan mendekati timbunan batu, lalu mengintip melalui salah satu celah sempit. Jauh di dalam Gua Kelam, cahaya beberapa senter masih bergerak hilir mudik, pertanda masih ada orang yang bertahan di dalam.Belum semuanya mati, dan yang terpenting, Uryu kemungkinan masih berada di sana."Jangan," jawab Arka tenang. "Kita butuh tawanan hidup dan informasi dari mereka."Ia berhenti sejenak sebelum sorot matanya berubah semakin tajam. "Lagipula, orang sepe
Read more