Inicio / Romansa Dewasa / Lika-liku Cinta Terlarang / Bab 5 Kaki Meja yang patah

Compartir

Bab 5 Kaki Meja yang patah

Autor: Jackie Boyz
last update Última actualización: 2026-02-13 14:26:36

“Pagi, juga Mbak!” Sahut Anto sambil memasang senyum manis pada bibirnya.

Para gadis itu langsung berbisik-bisik di belakangnya. “Mas tongkatmu nyala, hihihihi!” Selesai berkata demikian mereka segera pergi meninggalkan Anto menuju ke dalam toko.

Wajah Anto memerah, “Nyinggung-nyinggung tongkat, ntar aku hajar merintih-rintih kalian! Awas saja!” Serunya sambil menghisap rokoknya lalu mengepulkan asapnya dengan penuh rasa bangga.

***

Di sisi lain.. Yuyun istri Devan masih berada di dalam ruangan
Continúa leyendo este libro gratis
Escanea el código para descargar la App
Capítulo bloqueado

Último capítulo

  • Lika-liku Cinta Terlarang   Bab 7 Terjerat nafsu

    Sampai di semak-semak, Darto langsung membuka kancing celana yang dikenakan olehnya. Pria itu mendorong Narti agar rebah di atas rerumputan. “Tuan, langsung saja,” Rengek Narti pada Darto. “Kamu nggak sabaran sekali, Nar?” Darto mengambil ancang-ancang. “Tuan!” Narti memekik seraya mengangkat wajahnya. “Kenapa, Nar? Kamu nggak senang aku jatah lagi? Nanti aku tambahin tips buat beli jajan,” bujuknya. Narti terlihat nyaman dan sangat menikmati semua sentuhan dan servis yang dia berikan. Sampai dua puluh menit lamanya, keduanya kembali melanjutkan perjalanan. “Sudah Nar, ayo ke peternakan, nanti karyawan lain lewat sini kita ketahuan bisa gawat.” Ucapnya seraya menarik diri. Darto menarik lengan Narti agar bangkit duduk untuk membenahi kembali bajunya. Narti hampir telanjang gara-gara ulah Darto barusan. “Sudah Tuan, kita harus berangkat ke peternakan.” Ajak Narti pada Darto. “Nar, aku senang sekali kamu mau melayaniku pagi ini, kapan-kapan aku minta jatah lagi, awas kalau

  • Lika-liku Cinta Terlarang   Bab 6 Rayuan Tuan majikan

    “Mas, aku keluar dulu. Banyak kerjaan yang belum selesai. Nanti bisa berantakan semuanya kalau aku tinggal terlalu lama di sini.” Pamitnya pada Rangga, Rangga hanya menganggukkan kepalanya. Yuyun segera berlalu dari ruangan Rangga.Sementara Rangga lupa belum membersihkan sisa-sia cairan di lantai yang tadi dia muntahkan saat tiba pada klimaksnya.Lima menit kemudian terdengar suara high heels masuk ke dalam, ternyata Mita istri Rangga.“Mas! Aku telepon sejak tadi lo! Kenapa nggak diangkat???!” Bentaknya pada Rangga. Mita terkejut melihat meja kerja Rangga terpisah dari keempat kakinya. “Mas ini kenapa berantakan sekali? Mas apain mejanya kok bisa patah begini? Pasti Mas naikin kan! Sama asisten kesayanganmu itu! Ayo buruan ngaku! Pantas saja Mas nggak mau pulang cepet! Pasti setiap hari Mas Rangga sama si Yuyun main kuda-kudaan di sini! Lihat, meja kamu saja sampai ambruk begini!” Cerocos Mita tanpa titik dan koma.Telinga Rangga sampai terasa berbusa saat mendengar celoteh Mita tan

  • Lika-liku Cinta Terlarang   Bab 5 Kaki Meja yang patah

    “Pagi, juga Mbak!” Sahut Anto sambil memasang senyum manis pada bibirnya.Para gadis itu langsung berbisik-bisik di belakangnya. “Mas tongkatmu nyala, hihihihi!” Selesai berkata demikian mereka segera pergi meninggalkan Anto menuju ke dalam toko.Wajah Anto memerah, “Nyinggung-nyinggung tongkat, ntar aku hajar merintih-rintih kalian! Awas saja!” Serunya sambil menghisap rokoknya lalu mengepulkan asapnya dengan penuh rasa bangga.***Di sisi lain.. Yuyun istri Devan masih berada di dalam ruangan meeting. Wanita muda dan cantik itu terlihat sibuk mengikuti acara penting tersebut. Penampilan Yuyun yang seksi mengenakan stelan shirt ketat warna putih serta rok ketat warna hitam dengan belahan di samping, membuat atasannya terus mencuri pandang pada paha dan dada Yuyun.Yuyun sebenarnya sudah tahu sejak dulu, awalnya dia bekerja di belakang meja resepsionis dan kini dipindahkan ke dalam ruangan tertutup dan ber-ac dekat dengan ruangan bosnya itu. Tinggal di sisi manager beristri, tidak mem

  • Lika-liku Cinta Terlarang   Bab 4 Aku tergoda

    Di luar Anto sudah duduk di dalam mobil, pria itu siap membawa Nyonya Majikannya ke tempatnya bekerja. Amina duduk di kursi belakang, wanita itu melambaikan tangannya melihat Darto berdiri di ambang pintu ruangan utama untuk melepas kepergiannya.“Daaaa, Bapak.. muach!” Serunya dengan sangat genit.“Sudah, bikin aku nggak tahan saja kamu itu! Cup, cup!” Bisik Darto pada Amina sambil menciumi tangan Amina dari luar jendela mobil.“Iya, sudah deh, Bapak jangan nunggu aku, mungkin aku nanti agak malam lagi pulangnya,” pesannya pada Darto.“Nggak apa-apa, asalkan dapat jatah!” balasnyapada Amina tanpa rasa malu. Anto merasa badannya panas sekali mendengar pembicaraan dari dua majikannya itu. Mereka ini ternyata memang sangat sering hok-a hok-a! Padahal aku kira cuma omongan dan gosip dari bibir karyawan semata. Masa Narti juga sampai tahu! Dan ngomong sama aku kalau di dalam ruangan kerja dalam peternakan, Pak Darto sering melakukannya dengan Bu Amina. Aku nggak bisa bayangin tubuhnya y

  • Lika-liku Cinta Terlarang   Bab 3 Istri Majikan yang menggoda

    Tak lama kemudian, Darto dan Amina berjalan bersama-sama menuju ke ruang makan. Seperti biasa Amina mengenakan baju terusan ketat sepanjang lutut. Kedua bahu jenjangnya tampil mulus karena baju yang dikenakan Amina hanya sampai sebatas dada.Anto hampir memuntahkan kopinya menatap kedua bola yang hanya tertutup pada kedua ujungnya itu. “Sialan! Nyonya majikan ini, sekalipun sudah empat puluh tahun masih saja terlihat seksi dan montok!” Serunya sambil menyeruput kopinya. Darto dan Amina duduk berhadapan di kursi meja makan. Amina menghadap ke arah dapur, jadi wanita itu bisa melihat ke mana arah mata si Anto. Amina dengan sengaja mengangkat pinggulnya. Meja makan yang agak tinggi itu tentu bisa membuat pahanya yang mulus tampil sempurna dari posisi Anto berdiri saat ini. Dengan sengaja Amina menunjukkan pakaian dalamnya di dalam rok pendek milikya. Kain brokat warna ungu muda itu memperlihatkan bagian intim milik Amina.Anto tanpa sadar meraba-raba celananya sendiri sambil menelan luda

  • Lika-liku Cinta Terlarang   Bab 2 Layani aku

    Brak! Saking terburu-buru sampai terdengar gebrakan keras di pintu. Sarinten bersembunyi di belakang punggung Devan, wanita itu malah merangkul pinggang Devan.Yuyun mendengar suara pintu terbuka dan tertutup kembali langsung berbalik dan mengetuk pintu kamar mandi. “Mas! Mas Devan di dalam? Buruan keluar, anak-anak harus ke sekolah. Aku mau pergi ke kantor!” Teriak istri Devan dari luar pintu.“Ukh! Keras Yun, aku masih buang air ini, keras sekali, uukhh!” Devan memencet batang hidungnya sambil berpura-pura mengejan.“Ya sudah, nanti pokoknya jangan lupa anter anak-anak!”“Iya Yun, kamu berangkat saja dulu, akh, aku sudah mau selesai!” Sahutnya dari dalam kamar mandi.“Mas, pinter banget ngeles,” bisik Sarinten sambil mencubit mesra pipi Devan.“Ten, nanti malam kalau ada waktu aku datang ke kamar kamu ya?” Pinta Devan pada Sarinten.“Mas nggak tahan ya? hihihi!” Sarinten terkekeh geli. “Iya, habisnya kamu seksi sekali. Dadamu juga lebih besar dari Yuyun, apalagi bagian bawahmu in

Más capítulos
Explora y lee buenas novelas gratis
Acceso gratuito a una gran cantidad de buenas novelas en la app GoodNovel. Descarga los libros que te gusten y léelos donde y cuando quieras.
Lee libros gratis en la app
ESCANEA EL CÓDIGO PARA LEER EN LA APP
DMCA.com Protection Status