Beberapa hari berikutnya berlalu dengan tenang. Alize mulai benar-benar menjalankan tugas yang dipercayakan Raja kepadanya sebagai Wakil Mahkota di Biara Dunholm. Setiap pagi, seorang rahib atau saudari akan menemaninya berkeliling. Ia memeriksa gudang gandum. Mencatat jumlah persediaan tepung, garam, minyak, dan obat-obatan. Ia juga bertanya tentang kebutuhan para rahib, para saudari, juga para pasien yang dirawat di klinik. Sesekali ia menemukan persoalan kecil. Gudang kayu bakar yang terlalu lembap. Gentong air hujan yang mulai bocor. Atau persediaan kain wol yang hampir habis menjelang musim dingin. Semua ia tulis dengan rapi. Bahkan beberapa kali ia langsung mengusulkan solusi sederhana yang membuat para pengurus biara saling berpandangan kagum. “Yang Mulia memahami pengelolaan logistik dengan sangat baik,” puji Rahib Agung Gregor suatu pagi. Alize hanya tersenyum kecil. Ia tahu dari mana semua itu berasal. Semasa kecil, ayahnya tidak pernah memperlakukannya
Read more