“Apa maksud kata-katamu barusan, Augustus?” Bentakan itu memecah aula jamuan Putra Mahkota Kerajaan Montveraine yang tadinya dipenuhi denting gelas dan tawa sopan para bangsawan. Lady Alize Marie Deschanel yang duduk di ujung meja langsung menegakkan punggungnya. “Oh, tidak,” gumamnya. “Mereka mulai lagi.” Tanpa menoleh, ia hapal suara bariton itu―Lord George de Mably, yang sedang berancang-ancang memulai pertengkaran rutin dengan ayahnya, Marquis Augustus Deschanel. Tentu saja itu bukan pertengkaran sepele semacam ketidaksepakatan cerutu mana yang lebih baik. Topik pertengkaran mereka seringnya tentang politik atau bisnis, biasanya berlangsung sengit dan penuh hinaan yang membabi buta. “Maksud saya sangat jelas, George,” sahut Marquis Augustus dingin. Ia seorang pria setengah baya bertubuh jangkung agak kurus, berkumis hitam mengkilap, dan berpakaian sangat rapi. Sang marquis berdiri di sudut dengan gelas wiski di tangannya, menatap Lord George dengan seringai jijik.
最終更新日 : 2026-02-12 続きを読む