Makan malam itu berakhir dengan permintaan Raja. “Besok pagi, setelah sarapan, aku ingin kau menemaniku menghadiri sebuah pertemuan kecil,” ujarnya. “Itu akan mengalihkan sedikit kerisauanmu atas kastil dan suamimu. Karena aku benar-benar menjamin, kedua hal itu akan baik-baik saja.” Alize menunduk sejenak. Sementara itu Raja meletakkan cangkir tehnya kembali ke atas meja. “Pertemuan, Yang Mulia?” Raja mengangguk. “Meninjau daftar donasi tahunan istana.” Alize jelas tidak menyangka jawaban itu. “Yang Mulia meninjau daftar itu?” Raja mengangguk. “Tentu saja,” ujarnya. “Daftar itu berisi panti asuhan, rumah penampungan, biara, tempat perlindungan janda perang, rumah sakit para rahib, dan beberapa tempat lain.” Raja mengangkat bahu ringan. “Istana secara rutin membantu mereka setiap tahun.” Alize mengangguk pelan. “Saya mendengarnya. Menurut saya itu sangat baik, Yang Mulia.” Raja tersenyum tipis. “Dan sangat berguna.” Alize mengangkat alis. “Seorang raja yang d
続きを読む