“Lord George― ” Marquis menggeram, siap melontarkan sumpah serapah.Namun Cedric menyentuh lengannya sekilas, seolah memberi tanda agar tuan rumahnya menahan diri. Sang viscount memandang Lord George dengan tenang, seolah kata-kata tadi tidak lebih dari angin lalu.“Mendiang ayah saya adalah teman lama Lord Deschanel, Tuan,” ujarnya tenang. “Jauh sebelum ketegangan di perbatasan selatan. Saya dan Duchess Alize―” Ia melirik Alize yang berdiri di sebelah Corentine, “sudah saling mengenal sejak kecil.”Alize mendengar Cedric menekankan kata ‘mengenal’ itu dengan halus. Tanpa sadar, ia menoleh kepada Corentine. Namun suaminya tidak balas menatapnya. Ia sedang menatap lurus ke depan, mengamati perdebatan itu dengan serius. “Jika kerajaan Anda masih merasa terancam oleh seorang tamu yang datang tanpa pasukan,” lanjut Cedric, tak merasa gugup sama sekali, “maka saya harus memuji kewaspadaan Anda, Lord George.” Di belakang Lord George, Lady Violet menahan napas. Matanya membesar menatap Ce
Last Updated : 2026-03-08 Read more