Share

Terjebak

Author: Anna Frey
last update publish date: 2026-03-10 14:26:55

“Kuda bodoh!” teriak Alize gusar. “Kau mau membawa aku kemana?”

Namun kuda yang keras kepala itu seolah punya rencana lain dan tidak mempedulikan semua perintah Alize. Ia membawa penunggangnya semakin jauh masuk ke dalam hutan.

Alize segera menyadari bagian hutan ini terasa asing. Pepohonannya lebih rapat dari yang biasa ia lihat dari jalan utama estat. Cabang-cabang tua saling bertaut di atas kepala, menyaring cahaya matahari menjadi bayangan panjang di tanah yang lembap.

Ia belum pernah ke si
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Yang Mulia Duke, Jangan Jatuh Cinta Padaku!   Sebuah Buku dan Surat Raja

    “Tentu. Bukankah kau belum selesai memeriksa dokumen-dokumen itu?”“Belum. Aku ingin memeriksanya sekali lagi.”Lord Deschanel mengangguk. “Pergilah. Hanya saja, jangan sampai kau menghabiskan seluruh waktumu di sana dan lupa beristirahat.”Alize tersenyum tipis.“Aku akan berhati-hati.”Ia meninggalkan ruang makan dengan membawa buku catatan kecil dan pena. Troy sudah berangkat lebih dahulu untuk memeriksa batas tanah, sehingga kali ini ia harus bekerja sendirian.Sebenarnya, ia tidak keberatan.Ada kalanya ia justru lebih mudah berkonsentrasi ketika tidak perlu berdiskusi dengan orang lain. Ia bisa memeriksa setiap dokumen dengan teliti, mengikuti pola sandi yang ditemukan, dan berhenti selama yang diperlukan tanpa merasa harus segera menjelaskan pemikirannya kepada siapa pun.Setidaknya, itulah yang ia harapkan.Sebab semakin lama ia memikirkan hubungan antara perselisihan kedua keluarga, pemberontakan, dan hilangnya Mirelle, semakin kuat keyakinannya bahwa semua itu mungkin bukan

  • Yang Mulia Duke, Jangan Jatuh Cinta Padaku!   Izin dari Menantu

    Alize menoleh kepadanya, lalu tertawa kecil.“Kalau kau berhenti mengeluh dan mulai memperhatikan polanya, mungkin kita akan lebih cepat menemukan jawabannya.”“Aku memperhatikan polanya. Masalahnya, pola itu sepertinya sengaja dibuat untuk menyiksa keturunan keluarga sendiri.”“Kalau begitu, anggap saja itu ujian kesabaran.”“Kalau begitu, aku yakin leluhur kita akan sangat bangga mengetahui bahwa kau mewarisi sifat mereka.”Gurauan Troy membuat suasana kembali hangat. Namun, pikiran Alize masih tertuju pada keputusan ayahnya.“Ayah, biar aku saja yang mengirim surat kepada Corentine malam ini. Suratnya bisa dikirim oleh salah satu pengawalku” katanya. “Aku akan memberitahunya bahwa Ayah ingin menemui Cedric secara langsung.”“Bagus.” Lord Deschanel kembali duduk. “Pastikan dia mengetahui bahwa aku tidak datang untuk mengganggu penyelidikannya. Aku hanya ingin berbicara dengan seseorang yang sudah kukenal selama bertahun-tahun.”Alize mengangguk.“Aku akan menjelaskannya.”Ia mengamb

  • Yang Mulia Duke, Jangan Jatuh Cinta Padaku!   Biarkan Aku yang Bicara

    Ia seharusnya sudah menduga ayahnya akan menanyakan hal itu. Penangkapan Cedric Courcy tentu bukan perkara kecil, terlebih mengingat kedekatan keluarga Courcy dengan keluarga Deschanel selama bertahun-tahun. Alize memang sengaja tidak langsung menceritakannya sejak tiba di rumah. Bukan karena ia ingin menutupi sesuatu dari ayahnya, melainkan karena ia belum menemukan cara yang tepat untuk menyampaikan kabar tersebut. Bagi Lord Deschanel, Cedric bukan sekadar seorang bangsawan yang berhubungan dengan keluarga mereka. Pria itu telah lama menjadi bagian dari keluarga mereka saat masih kecil. Kedekatan itu bahkan membuat Lord Deschanel memperlakukan Cedric hampir seperti anak sendiri. Memberitahunya bahwa orang yang selama ini disayanginya kini ditahan di ruang bawah tanah Kastil de Mably bukanlah perkara yang bisa dilakukan sambil lalu di tengah makan malam. Alize meletakkan gelasnya di atas meja kecil. “Benar, Ayah. Lord Courcy memang sudah ditangkap.” Raut wajah Lord Deschanel be

  • Yang Mulia Duke, Jangan Jatuh Cinta Padaku!   Ada yang Belum Kau Ceritakan

    Alize mengangkat wajah dengan cepat. “Kalau kau terus berbicara, aku akan meminta Ayah mengirimmu ke ruang arsip besok pagi untuk membersihkan semua peti seorang diri.” Troy tertawa terbahak-bahak. “Baiklah, baiklah. Aku menyerah.” Alize menghela napas, lalu menoleh kepada ayahnya. Ia bermaksud membalas gurauan itu dengan sesuatu yang bisa mengalihkan perhatian mereka. Namun, kata-kata yang keluar dari mulutnya justru membuatnya sendiri terdiam. “Mungkin Ayah harus mulai berhenti bertengkar dengan Lord George de Mably.” Lord Deschanel mengangkat alis. “Kenapa tiba-tiba membicarakan George?” Alize memaksakan senyum, berusaha meneruskan kalimatnya dengan nada ringan. “Karena kalau suatu hari nanti aku punya anak, aku tidak ingin anakku merasa malu setiap kali kedua kakeknya bertemu. Bayangkan kalau kalian terus bertengkar di hadapannya.” Troy langsung menyeringai. “Jadi, kau sudah mulai memikirkan masa depan anakmu?” Alize hendak membalas, tetapi kata-katanya t

  • Yang Mulia Duke, Jangan Jatuh Cinta Padaku!   Kapan Memberiku Cucu?

    Sepupunya menghampiri sambil membawa buku catatan dan dua lembar perkamen. “Ada apa?” “Lihat ini.” Alize menunjukkan sebuah dokumen yang tulisannya terdiri atas rangkaian simbol, garis pendek, dan huruf-huruf yang tampaknya diletakkan tanpa pola jelas. Di bagian bawah, terdapat lambang keluarga Deschanel yang sudah sedikit pudar. Troy membungkuk untuk mengamati tulisan tersebut. “Ini jelas bukan catatan biasa.” “Dan lambang keluarga kita ada di bawahnya.” Troy menarik sebuah kursi, lalu duduk di samping Alize. “Baiklah. Mari kita lihat apakah kemampuan membaca sandi keluarga kita masih berguna.” Alize tersenyum kecil. Mereka mulai membandingkan dokumen itu dengan beberapa catatan lama yang tersimpan di peti terdekat. Pada awalnya, pekerjaan tersebut berjalan lambat. Simbol yang sama kadang muncul dengan arti berbeda, sementara beberapa bagian teks tampaknya menggunakan singkatan yang tidak lagi mereka kenali. Troy mencoba menyusun simbol berdasarkan frekuensi kemunculannya,

  • Yang Mulia Duke, Jangan Jatuh Cinta Padaku!   Di Ruang Bawah Tanah

    Alize menunggu ayahnya menjelaskan lebih jauh, tetapi Lord Deschanel justru berjalan menuju perapian. Ia mengambil cangkir tehnya yang telah mendingin, menyesap sedikit, kemudian meletakkannya kembali tanpa minat. “Sebagian besar dokumen keluarga kita memang hanya mencatat urusan tanah, perjanjian dagang, dan korespondensi dengan keluarga bangsawan lain,” katanya. “Namun, ada sejumlah catatan lama yang ditulis menggunakan bahasa sandi. Beberapa bahkan tidak disertai keterangan mengenai siapa yang menulisnya atau kapan dokumen itu dibuat.” Troy mengerutkan kening. “Dan kita masih menyimpannya?” “Tentu saja. Mengapa harus membuang dokumen keluarga hanya karena kita tidak lagi memahami isinya?” “Karena mungkin isinya tidak penting?” Lord Deschanel menatap keponakannya dengan ekspresi datar. “Kalau begitu, kau tidak perlu bersusah payah membacanya.” Troy langsung mengangkat kedua tangan, menyerah sebelum perdebatan mereka berkembang lebih jauh. Alize menahan senyum. Hubun

  • Yang Mulia Duke, Jangan Jatuh Cinta Padaku!   Izin yang Tak Terucap

    Hanya namanya. Diucapkan Corentine dengan segenap perasaan. Lalu bibir mereka bertemu. Perlahan. Tidak terburu-buru. Sentuhan bibir Corentine pada bibirnya tidak menuntut, tidak juga mendominasi. Sentuhan itu lembut dan menahan diri. Ada jeda sesaat. Ia seharusnya mundur. Namun alih-alih ber

  • Yang Mulia Duke, Jangan Jatuh Cinta Padaku!   Sesuatu di Taman Roadburry

    “Phillipa.” Duke Pelton menyapa gadis itu. “Kau bersembunyi di mana barusan?” “Bersembunyi?” Gadis itu mengangkat alis. “Aku sedang mencari senjata yang bisa kugunakan. Koki menyarankan pisau daging. Tentu saja aku tidak mau. Aku mencari pedang Rupert. Rupanya semuanya dia bawa ke ibukota. Pelit s

  • Yang Mulia Duke, Jangan Jatuh Cinta Padaku!   Pertanyaan yang Aneh

    “Selamat pagi, Yang Mulia. Rupanya Anda sudah bangun.” Kepala pelayan istana menyapanya tepat di depan pintu kamar. “Sssh!” Alize memberi tanda dengan jari telunjuk. “Duke masih tidur. Tolong jangan dibangunkan.” “Saya mengerti. Anda ingin saya menyiapkan minuman hangat di ruang duduk?” “Tidak,

  • Yang Mulia Duke, Jangan Jatuh Cinta Padaku!   Malam Pertama di Kamar Utama

    “Kau suka pesta perkenalanmu, Duchess?” Pertanyaan itu ditanyakan Corentine begitu Alize tiba di ruang makan. Nada Corentine terdengar santai. Terlalu santai untuk seorang pria yang semalam berpura-pura mengklaim telah tidur sekamar dengan istrinya. Alize membiarkan pelayan menarik kursi untuk

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status