“Kau mengenali benda ini?” Corentine rupanya memperhatikan perubahan di wajah Alize. “Ini memang milik Mirelle,” ujarnya. “Aku memberikannya sebagai hadiah ulang tahunnya setahun yang lalu.” Corentine menimang-nimang benda itu. “Semua benda yang kita temujan hampir semuanya milik pelayanmu,” gumamnya. “Sapu tangan, robekan gaun, sarung tangan, pita, dan sekarang jepit rambut.” Ia menatap perapian, keningnya berkerut. “Tyron, apakah kau punya pikiran yang sama denganku?” Tyron seketika mengangguk. “Ya, Yang Mulia. Sepertinya terlalu disengaja. Semua petunjuk itu seolah-olah disebar di setiap persinggahan mereka, untuk membuat kita terus berharap.” “Nyatanya, Mirelle tetap tak bisa kita temukan,” ujat Corentine. “Seseorang sedang mempermainkan kita. Mungkin saja sebenarnya Mirelle ada di suatu tempat, tidak pernah ke mana-mana.” Alize terkesiap. “Tapi kami yakin dia masih hidup, Duchess,” hibur Tyron. “Semua pengawal masih terus mencari Mirelle.” “Tyron tid
Read more