“Apakah itu darah?” bisiknya lirih. Troy segera menariknya ke sisinya dengan sikap protektif. “Belum tentu,” ujarnya, tapi dengan nada tidak yakin. “Tempat ini tidak jauh dari tempat ditemukannya mayat June,” ujar Lady Gwen. “Bukankah di sebelah sana adalah rawa itu? Terus terang aku tidak bisa menahan diri untuk tidak memikirkan kemungkinan terburuk.” Alize mendongak ke arah Gwen dan melotot. “Jangan bicara yang tidak-tidak, Lady Gwen.” “Maaf, Duchess.” Gwen menunduk seolah menyesal. “Bukan berarti aku tidak khawatir. Namun, situasinya saat ini sangat…” “Kalau tidak tahu apa-apa sebaiknya diam saja,” potong Corentine. “Kau hanya akan membuat Duchess jadi kalut, Lady Gwen.” Wajah Gwen memerah karena ditegur terang-terangan seperti itu. Namun, sebentar kemudian wajahnya kembali tenang. “Maafkan aku, Yang Mulia Duke,” ujarnya dengan sopan kepada Corentine. “Aku lupa sejak dulu kau tidak suka diganggu kalau sedang berpikir.” Alize hampir memutar mata. Lady Gwen bahka
Read more