Pagi itu, Corentine sedang mendiskusikan rotasi penjaga perbatasan Duchy de Mably di wilayah Tenggara, ketika terdengar ketukan di pintu. Tiga kali. Singkat, dengan jeda yang sudah diatur. Ia tidak perlu menoleh untuk mengetahui siapa yang datang. “Masuk.” Pintu terbuka. Seorang penuda dengan pakaian lusuh masuk dengan langkah hati-hati. Rambutnya berantakan, celana kerjanya penuh noda hitam, dan kedua tangannya masih menyisakan bekas jelaga dari bengkel pandai besi tempatnya bekerja. Namanya Tom Kelly. Seorang asisten pandai besi yang selama ini dibayar Corentine untuk menyaring informasi. Pemuda itu menunduk hormat. “Yang Mulia.” Corentine berbalik. “Kau mendapat kabar baru?” Tom melirik Tyron yang berdiri di dekat rak buku. Setelah memastikan tidak ada orang lain, ia mendekat. “Viscount Courcy terlihat lagi, Yang Mulia.” Tatapan Corentine langsung berubah. “Di mana?” “Gerbang ibu kota.” Tom menggaruk sisi kepalanya. “Baron Whitesy mengenalinya keti
Read more