Fang Zhe tidak menoleh. Wajahnya yang biasa terlihat santai kini sedingin es. Tangannya dengan tenang melepaskan sabuk pengaman, sementara matanya terpaku pada kendaraan lapis baja yang semakin mendekat di kaca spion."Irma, dengarkan aku baik-baik," suara Fang Zhe berat dan otoriter, memotong jeritan panik wanita di sampingnya. "Tetaplah di dalam. Jangan buka pintu, jangan turunkan jendela, dan yang paling penting... jangan tutup matamu. Aku ingin kau melihat bagaimana naga yang sombong ini disembelih.""Tapi Fang Zhe, mereka punya senjata berat! Kau tidak bisa...""Duduk menonton dan tetap diam!" potong Fang Zhe telak.Sebelum Irma sempat membantah lagi, Fang Zhe meletakkan kedua telapak tangannya di dasbor mobil. Seketika, cahaya keemasan yang samar mulai merambat dari tangannya, menyebar ke seluruh rangka sedan hitam itu. WUUUUUUUNG!Energi Qi yang sangat padat menyelimuti mobil tersebut, membentuk lapisan pelindung transparan yang tidak terlihat oleh mata telanjang, namun memil
Read more