Fang Zhe hanya mendengus pelan mendengar pertanyaan Irma, sembari menahan rasa perih di hatinya akibat "perampokan" poin yang baru saja dilakukan sistem lengkap dengan pajak sialannya."Anggap saja begitu, Dokter. Sedikit trik kecepatan tangan yang kupelajari di sela-sela meracik pill," jawab Fang Zhe asal, sambil menyerahkan topeng perak gelap itu kepada Irma. "Pakailah. Jangan dilepas sebelum kita keluar dari gedung itu."Wuuuush!Irma menerima topeng itu dengan ragu. Materialnya terasa dingin dan halus, namun saat ia mengenakannya, topeng itu seolah menyusut dan menyatu sempurna dengan kontur wajahnya. Dalam pantulan spion, Irma terperangah melihat sosok asing yang menatap balik ke arahnya. Ia tetap cantik, namun auranya berubah total menjadi wanita misterius dari kalangan atas."Luar biasa..." gumam Irma takjub.Fang Zhe pun mengenakan topengnya. Seketika, aura pemimpin yang ramah menghilang, berganti dengan aura dingin dan dominan yang mampu membuat siapa pun menundukkan kepala
Read more