FAZER LOGINTiga hari berlalu dalam sekejap mata.Ibu Kota Kekaisaran Bintang Langit hari ini tampak begitu megah dari luar, namun mencekam di dalam. Bendera-bendera emas berlambang naga berkibar di sepanjang dinding istana, menyambut hari penobatan Pangeran Kedua. Seluruh faksi militer pengkhianat dan para pejabat korup telah berkumpul di depan halaman istana, mengenakan pakaian kebesaran mereka dengan senyum penuh kemenangan. Bagi mereka, hari ini adalah awal dari era baru yang akan mereka kendalikan.Namun, di balik kemegahan yang riuh rendah di dalam Aula Agung....Setitik hawa dingin berembus melewati koridor giok putih yang sepi. Dari balik bayangan pilar besar, sebuah sosok berjubah hitam legam melangkah keluar dengan santai.Fang Zhe.Cadar hitamnya berkibar pelan, sementara sepasang mata emasnya memancarkan binar geli melihat kemegahan istana yang terasa mati ini. Langkah kakinya sama excise tidak bersuara, bergerak dengan keanggunan seorang predator yang sedang berjalan-jalan di halaman
Kaisar Bintang Langit tertegun, menatap Fang Zhe dengan tatapan yang campur aduk antara keraguan yang mendalam dan secercah harapan terakhir. Nama "Penjara Naga Hitam" itu benar-benar asing di telinganya, membuktikan betapa busuk dan rapinya pergerakan Pangeran Kedua di bawah hidungnya selama ini.Namun, mendengar instruksi Fang Zhe yang begitu terstruktur dan penuh keyakinan, sang penguasa tua itu akhirnya mengembuskan napas panjang. Bahunya yang tegap kini tampak sedikit merosot, melepaskan beban berat yang mengimpit dadanya."Baiklah... jika ini adalah satu-satunya jalan untuk menyelamatkan dinasti ini, aku akan mengikuti skenariomu," ucap Kaisar Bintang Langit dengan nada berat namun tegas. "Besok pagi, aku akan mengumumkan dekret kekaisaran bahwa tiga hari lagi akan diadakan upacara penobatan Pangeran Kedua secara mendadak. Seluruh pejabat dan jaringan militer akan difokuskan untuk acara tersebut."Mendengar persetujuan itu, sepasang mata emas Fang Zhe berkilat puas di balik cad
Fang Zhe mengangguk singkat, dengan santai menyandarkan punggungnya ke dinding sel yang kini dilapisi lapisan es tipis. Sepasang mata emasnya berkilat tenang, menatap sang penguasa tertinggi yang berdiri di ambang pintu selnya dengan tubuh yang sedikit menegang. "Tentu saja," jawab Fang Zhe dengan nada suara yang teramat santai. "Jika aku tidak membersihkan anjing-anjing penjaga milik Pangeran Kedua ini, bagaimana bisa Yang Mulia berjalan masuk ke blok terdalam penjara dengan begitu mulus tanpa memicu kecurigaan? Aku hanya mempercepat waktu pertemuan kita." Kaisar Bintang Langit menarik napas dalam-dalam, mencoba meredakan debaran jantungnya yang berpacu cepat akibat syok. Pemandangan lima kultivator elit Ranah Pengumpul Roh bintang tiga yang membeku menjadi patung es tanpa sempat mengeluarkan suara sedikit pun adalah bukti nyata bahwa pemuda di hadapannya ini memiliki kekuatan yang berada di luar nalar kekaisaran. Namun, sang Kaisar tidak ingin terus tenggelam dalam keterkejutan
Mendengar perintah itu, belasan pengawal elit berbaju zirah berat segera merangsek maju. Mereka mencengkeram lengan Fang Zhe dan membawanya keluar dari Aula Pertemuan Agung yang megah. Sepanjang jalan menuju kedalaman tanah istana, Fang Zhe sama sekali tidak memberikan perlawanan. Langkah kakinya tetap santai, dan sorot mata emas di balik cadar hitamnya masih setenang air di telaga mati.***KLANG! KLANG! KLANG!Gema logam yang beradu memenuhi ruangan sel isolasi terdengar begitu memekakkan telinga. Sesuai dengan titah murka sang Kaisar di depan publik, Fang Zhe kini berada di blok terdalam Penjara Bawah Tanah Kekaisaran. Tempat itu sangat gelap, dingin, dan dilapisi oleh formasi penekan Qi kuno yang sangat pekat.Tidak tanggung-tanggung, tubuh Fang Zhe kini dililit oleh ribuan rantai besi meteorit hitam yang terkenal akan kekerasannya. Rantai-rantai itu menjulur dari dinding, langit-langit, hingga dasar lantai batu giok hitam, mengunci setiap persendian, pergelangan tangan, kaki, hin
Mendengar interupsi dari sang Kaisar, Pangeran Kedua seketika menegang. Jantungnya berdegup kencang, dan setitik keringat dingin mulai membasahi bagian dalam jubah keemasannya. Ia melirik tajam ke arah Fang Zhe, bersiap untuk memotong pembicaraan jika buronan itu berani membuka mulut dan membongkar skenario busuk yang telah ia susun rapi selama ini. Jika Fang Zhe membeberkan bahwa dirinya hanyalah kambing hitam, maka seluruh rencana kudeta terselubung ini akan hancur berantakan di depan para menteri.Namun, di tengah atmosfer aula yang mencekam dan kepanikan batin Pangeran Kedua yang hampir meledak, Fang Zhe justru tetap berdiri dengan tegak. Sepasang mata emasnya berkilat penuh misteri di balik cadarnya.Ia menatap sang Kaisar, lalu terkekeh rendah yang menggema santai di seluruh sudut aula agung."Alasan? Hahaha... Yang Mulia Kaisar, pertanyaan Anda sungguh menarik," ucap Fang Zhe dengan nada suara yang teramat tenang, tanpa ada riak ketakutan sedikit pun."Putra Mahkota menghalangi
Langkah kaki Fang Zhe terhenti seketika. Di bawah temaram cahaya bulan yang menembus lorong gang kecil, sosok Tuan Hong perlahan keluar dari kepekatan bayang-bayang. Senyum sinis di wajah pria tua itu memancarkan kepuasan yang mendalam, seolah-olah dia telah berhasil menjebak buruan paling berharga di kekaisaran ini.Aura di sekitar tempat itu mendadak mendingin, namun riak energi spiritual Fang Zhe tetap tenang, tidak menunjukkan kepanikan sedikit pun."Kau ingin kemana? Panglima?" ungkap Tuan Hong menyeringai dingin yang muncul dari kegelapan. Tatapan matanya mengunci sosok Fang Zhe, bersiap menghadapi respons meledak-ledak yang biasanya ditunjukkan oleh para kultivator sombong saat dikepung.Namun, alih-alih menarik senjata atau memicu formasi pertempuran, Fang Zhe justru melipat kedua tangannya di dalam lengan jubah hitamnya. Ia berdiri dengan santai, membiarkan jubahnya berkibar pelan ditiup angin malam. Kekehan rendah kembali terdengar dari balik cadarnya."Tuan Hong... jadi kau
Matahari mulai tenggelam di ufuk barat kota Shange, menyisakan semburat jingga yang memantul di pilar-pilar marmer toko Alkemis Dewa. Di bawah, antrean pelanggan masih mengular, namun Fang Zhe telah memberikan tanda kepada Siska untuk menutup penjualan sesi sore. Dan Energi di tempat itu terasa s
Suara benturan keras terdengar hampir bersamaan terdengar. Karena Tangan Fang Zhe bergerak cepat seperti bayangan.Telapak tangannya menghantam tengkuk pria pertama dengan presisi sempurna.Hal itu membuat, sepasang mata pria itu langsung memutih. Tubuhnya lemas seketika sebelum ambruk ke tanah.TH
Erina masih memperhatikannya beberapa detik lebih lama.Tatapannya tajam. Seolah mencoba membaca sesuatu di balik wajah tenang Fang Zhe. Lalu ia meletakkan cangkir tehnya secara perlahan.“Hari ini ada pertemuan penting.”Nada suaranya kembali profesional.“Pertemuan perdagangan bahan obat dengan k
KLIIIIK!Suara notifikasi itu seperti petir yang menyambar jantung Fang Zhe.Ia membeku. Lalu perlahan menunduk menatap panel sistem.*Status Host: Fang ZhePekerjaan: Pengawal Pribadi CEOPoin Sistem: 0Kharisma: Tingkat 1 — Aura Ketampanan Tuan Muda Kota Shange.*“Apa?”Wajahnya seketika kaku.







