Share

32. JACKPOT

Penulis: Al_Fazza
last update Tanggal publikasi: 2026-03-27 05:45:50

Fang Zhe mengabaikan tarikan tangan Erina yang gemetar. Ia justru menumpuk chip emas bernilai jutaan dolar itu dengan suara dentingan yang memuaskan telinga.

"Fang Zhe! Cukup! Jangan dengarkan hasutan ular ini!" teriak Erina, wajahnya kembali memucat.

"Satu juta delapan ratus ribu dolar! Kau bisa membeli seluruh persediaan obat di Paviliun kita, kau bisa hidup mewah, kau bisa berhenti menjadi penjaga yang menyebalkan! Ayo kita pergi!"

Fang Zhe menoleh sedikit, menatap Erina dengan pandangan ya
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • SISTEM GILA MENGUBAHKU JADI DEWA   182. Tantangan kepada Han Ling.1

    Tap! tap! Tap! Sreesst! Langkah kaki Fang Zhe yang berwibawa mendadak terhenti tepat di batas luar lingkaran arena yang hancur. Jubahnya berkibar pelan, membelakangi ribuan penonton yang masih menundukkan kepala dengan takzim. Suasana yang baru saja akan mencair setelah perintah pembukuan aset kepada Faiye, seketika kembali membeku. Fang Zhe tidak langsung berjalan menuju pintu keluar. Ia memiringkan kepalanya sedikit, melirik ke arah deretan kursi VIP di tribun atas... Itu tempat di mana para penguasa blok tingkat tinggi biasanya mengamati mangsa mereka. Sebuah senyuman tipis, yang kali ini memancarkan keangkuhan mutlak dan provokasi tanpa batas, kembali terukir di wajah tampannya. Tak lama. Fang Zhe membalikkan tubuhnya perlahan. Suaranya tidak keras, namun dengan sokongan sisa Qi yang murni, setiap kata yang keluar dari bibirnya berdentang seperti lonceng kematian di telinga semua orang yang hadir. "Karena hari ini Sipir Hakim sudah meresmikan namaku, dan separuh dari Pen

  • SISTEM GILA MENGUBAHKU JADI DEWA   181. Menjadi penguasa blok 6,78,9,10 secara resmi

    Suasana hening yang mencekam itu tidak berlangsung lama. Di atas podium pengawas yang tinggi, sang Sipir Hakim, seorang pria paruh baya berwajah kaku dengan jubah hitam berlambang rantai besi perlahan berdiri dari kursinya. Sebagai orang yang telah menyaksikan ratusan pertarungan berdarah di Arena Hidup dan Mati, baru kali ini sepasang matanya menyipit tegang. Tatapannya tertuju pada parit dalam yang membelah arena, lalu beralih pada sosok Fang Zhe yang masih berdiri tenang tanpa setitik pun darah mengotori pakaiannya. Kini sipir Hakim menarik napas dalam-dalam, mengumpulkan Qi-nya agar suaranya menggema ke setiap sudut gedung yang sunyi. "Pertarungan... SELESAI!" Suara berat Sipir Hakim menggelegar, memecahkan keheningan yang sempat membekukan ribuan penonton. "Tiga bersaudara Mo—Mo Ren, Mo Tian, dan Mo Di—telah tewas di arena! Dengan ini, kemenangan mutlak jatuh kepada... FANG ZHE!" BOOM! Bagai bendungan yang runtuh, gemuruh sorak-sorai, teriakan histeris, dan tepuk ta

  • SISTEM GILA MENGUBAHKU JADI DEWA   180.

    Mendengar provokasi balik dari Fang Zhe yang masih teramat tenang, tawa ejekan tiga bersaudara Mo mendadak terhenti, digantikan oleh gelombang amarah yang membakar dada mereka."Kau sendiri yang meminta kematianmu datang lebih cepat, Bocah Sialan!" raung Mo Ren, matanya membelalak merah."MATILAH KAU BERSAMA BELATI MAINANMU ITU!" teriak Mo Tian dan Mo Di serempak.BOOOOOOOM!!! WUUUUUUUSH!Dengan satu sentakan serentak dari tiga bersaudara Mo, Tapak Penghancur Tiga Elemen yang menggantung di langit arena akhirnya dilepaskan. Energi masif berukuran belasan meter itu meluncur turun dengan kecepatan yang mengerikan, menekan atmosfer hingga memicu bunyi ledakan udara yang beruntun."I-ini sudah pasti kelihatan hasilnya... Baiknya kita tutup mata saja!""Benar! paling mentah, separuh tubuh Fang Zhe itu akan hancur!""Sial... Terlalu sombong memang tidak baik!"Seluruh penonton di tribun spontan berdiri. Tekanan angin dari jatuhnya tapak raksasa itu bahkan berembus kencang hingga ke kursi pe

  • SISTEM GILA MENGUBAHKU JADI DEWA   179. Tiga bersaudara Mo meremehkan pedang sekecil itu.

    Wuuuush! Wooosh! Woooosh!Pusaran energi tiga warna di atas kepala tiga bersaudara Mo semakin lama semakin memadat dan berputar ganas, menciptakan riak tekanan yang membuat kubah merah Arena Hidup dan Mati bergetar hebat. Kraaack! Kraaack!Bahkan retakan-retakan halus mulai merambat di lantai arena akibat beratnya beban aura yang dipancarkan.Warna cokelat tua itu hasil dari Qi tanah Mo Ren membentuk fondasi yang solid dan masif.Warna merah darah berasal dari Qi api Mo Tian membakar atmosfer dengan hawa panas yang mendidih.Sedangkan Warna hitam pekat itu dari Qi angin beracun Mo Di mengikat kedua energi tersebut, berputar membungkusnya menjadi satu kesatuan yang mengerikan.Hingga....BOOOM!Dari dalam pusaran badai energi tersebut, perlahan-lahan muncul sebuah manifestasi yang membuat seluruh penonton di tribun menahan napas. Karena tak lama kemudian, sebuah Tapak Raksasa berukuran belasan meter terbentuk di udara, turun menaungi separuh arena. "I-ini jurus ini mungkin mampu mem

  • SISTEM GILA MENGUBAHKU JADI DEWA   178. Duel Fang Zhe Vs Tiga bersaudara Mo 3

    "K-KAU... KEPARAT!" Mo Ren meraung murni karena murka yang bercampur rasa malu. Namun, belum sempat kapak raksasanya diangkat kembali, sepasang mata malas Fang Zhe mendadak berkilat dingin. Sisa-sisa percikan listrik statis di bawah kakinya seketika padam, digantikan oleh ledakan Qi es murni yang membekukan udara di sekitarnya dalam radius tiga meter. Wuuush! Masih menggunakan kecepatan dari teknik Langkah Seribu Petir, tubuh Fang Zhe melesat maju bagaikan hantu. Gerakannya begitu cepat dan tiba-tiba, menyisakan jejak buram berupa siluet jubahnya yang berkibar di udara. Targetnya sejak awal sudah terkunci: Mo Ren yang emosinya paling tidak stabil. "Tugas pertamaku adalah membungkam gonggonganmu," bisik Fang Zhe dingin, tepat ketika ia sudah tiba di hadapan dada bidang Mo Ren. Mata Mo Ren terbelalak. Jarak mereka terlalu dekat, membuat ukuran kapak raksasanya justru menjadi bumerang karena terlalu lambat untuk ditarik sebagai penangkis. Dalam kepanikan murni, Mo Ren hanya bis

  • SISTEM GILA MENGUBAHKU JADI DEWA   177. Keterkejutan semua penonton.

    Disaat yang sama... PRANKKKKK! Suara hancurnya kubah es heksagonal milik Fang Zhe bergema dahsyat, disusul oleh pecahan kristal es yang melesat bagai badai ke segala penjuru arena. Tiga serangan yang mengandung daya hancur ekstrem, dari kapak berbobot gunung, lidah api biru kehitaman, dan bor badai belati merangsek masuk tanpa penghalang, siap mengoyak tubuh Fang Zhe hingga tak bersisa. Di ambang maut yang begitu krusial, jantung Fang Zhe berdegup kencang. Namun tiba tiba... Zuuuuum! Tepat setelah makian itu terlontar, sebuah fenomena aneh terjadi. Gelombang kejut abu-abu mendadak menyebar dari dalam kepala Fang Zhe, menyapu seluruh Arena Hidup dan Mati. Seketika itu juga, dunia di sekitar Fang Zhe seakan kehilangan warnanya dan membeku. Waktu benar-benar dihentikan! Mata kapak hitam Mo Ren tertahan beberapa sentimeter dari bahu kirinya; lidah api biru Mo Tian berhenti menjilat dengan distorsi panas yang kaku; dan pusaran belati Mo Di mematung tepat di atas kepalanya.

  • SISTEM GILA MENGUBAHKU JADI DEWA   23.

    Fang Zhe meludah lagi ke samping, ekspresinya penuh penghinaan."Dokter yang ketakutan adalah dokter yang gagal sebelum bertarung. Jika kau menginginkan putri-mu mati, teruskanlah sandiwara penguasa arogan ini. Tapi jika kau ingin dia hidup, berhentilah menggonggong soal eksekusi!""BRENGSEK! BERAN

  • SISTEM GILA MENGUBAHKU JADI DEWA   20.

    Tersadar jika ia terus diam masalah akan semakin rumit. Fang Zhe akhirnya mulai berbicara.“Cukup.”Satu kata. Tidak keras. Namun cukup dalam. Seolah ada tekanan tak terlihat yang langsung menekan suasana di sekitar mereka.Seketika Erina dan Irma sama-sama terdiam.Dan kini, Fang Zhe melangkah maj

  • SISTEM GILA MENGUBAHKU JADI DEWA   16. kecemburuan Erina, Dokter Irma Suka!

    Pagi di Paviliun Obat biasanya dimulai dengan aroma tenang dari rebusan herbal dan gesekan pelan lesung kayu. Namun, bagi Fang Zhe, pagi ini terasa seperti berjalan di atas seutas tali yang sangat tipis. Kalimat terakhir Erina tentang hukuman "tidur di halaman" masih terngiang di telinganya, member

  • SISTEM GILA MENGUBAHKU JADI DEWA   15.

    Seluruh ruangan menjadi sunyi. Karena Tatapan dingin Erina tertuju tepat pada Fang Zhe.“Semalam ini, kau seharusnya beristirahat…” katanya perlahan.“Lalu kenapa kau malah keluar hingga pagi hari?”Nada suaranya tidak keras.Namun justru itulah yang membuat suasana terasa semakin menekan.Dua pega

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status