Home / Rumah Tangga / Cara Menangani Perselingkuhan / BAB 109 : Puncak Keputusasaan

Share

BAB 109 : Puncak Keputusasaan

Author: Zakia
last update publish date: 2026-05-11 22:12:33

Adrian dan Andien baru saja hendak berdiri untuk mengakhiri pertemuan yang menyesakkan itu, namun suara berat Arkana Jaya Utama kembali menghentikan langkah mereka.

"Kalian mau ke mana? Aku belum selesai bicara," ucap Arkana dengan nada datar namun sarat akan otoritas yang tak terbantahkan.

Adrian dan Andien terpaksa kembali mendaratkan tubuh mereka di sofa mewah tersebut.

Andien mendengus, raut wajahnya menunjukkan rasa bosan dan muak yang kentara. "Apa lagi, Kek?"

Arkana mengabaikan nada tida
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Cara Menangani Perselingkuhan   BAB 357 : Luka Batin yang Pecah

    Setelah sesi terapi berakhir, Mabelle dipersilakan menunggu di ruang bermain depan didampingi oleh seorang perawat.Pintu kayu berwarna hijau sage itu tertutup rapat, menyisakan Dokter Eliza dan Saifanny di dalam ruang terapi yang mendadak terasa begitu hening dan sarat akan tensi emosional.​Dokter Eliza meletakkan papan catatannya di atas meja, lalu menatap Saifanny dengan raut wajah amat serius.​"Bu Saifanny, pergeseran emosi Mabelle hari ini benar-benar tidak wajar," buka Dr. Eliza dengan intonasi memelan, memasang mode konsultasi profesional.​Saifanny maju selangkah, menatap sang dokter penuh selidik."Maksud Dokter... Soal dia yang tiba-tiba bersikap datar saat membicarakan mendiang ibunya?" Tanya Saifanny dengan alis berkerut tebal.​"Tepat," Dokter Eliza mengangguk pelan. "Jika kita bandingkan dengan hasil evaluasi pada sesi awal kemarin, Mabelle menunjukkan gejala Grief and Guilt—duka dan rasa bersalah—yang sangat pekat. Air mata dan rasa bersalah yang dia perlihatkan waktu

  • Cara Menangani Perselingkuhan   BAB 356 : Perubahan Topeng Palsu

    Matahari siang memancar terik di atas pelataran sekolah dasar tempat Syahdan dan Mabelle menuntut ilmu.Di depan gerbang utama, Saifanny dan Adrian berdiri bersisihan. Angin berembus pelan, namun tidak cukup untuk mendinginkan atmosfer dingin dan sarat kecurigaan yang menyelimuti kedua orang dewasa tersebut.​Mata Saifanny memancarkan ketajaman yang murni dan tak tergoyahkan. Rasa percayanya pada Mabelle sudah berada di titik terendah setelah apa yang ia dengar dari perangkat penyadap tadi malam.Hari ini, ia ingin membuktikan sendiri sejauh mana anak itu akan memainkan skenario terapinya.​"Kau akan membawanya ke klinik Dr. Eliza lagi? Fanny, anak itu tidak bisa dipercaya," ucap Adrian dengan alis berkerut tebal, menyuarakan keraguan terbesarnya atas manipulasi yang dilakukan oleh keluarga Manggala.​Saifanny menatap lurus ke arah bangunan sekolah, lalu menjawab dengan intonasi dingin.​"Iya, aku tahu anak itu memang tidak bisa dipercaya. Tapi aku yakin hasil tes waktu itu tidak selu

  • Cara Menangani Perselingkuhan   BAB 355 : Topeng Skenario dan Suara Transmisi

    Marcus terduduk di atas sofa dengan mata yang fokus menatap layar iPad miliknya. Di tengah kesunyian ruangan, jemarinya bergerak luwes memeriksa barisan dokumen internal perusahaan dengan saksama.Aura dominan dan dingin memancar dari gesturnya, mencerminkan sosok pemimpin yang tak membiarkan satu detail pun luput dari pengawasannya.​Ting! Ting!​Notifikasi ponselnya mendadak berbunyi. Beberapa pesan masuk secara beruntun, mengusik konsentrasinya.Marcus meletakkan iPad tersebut di atas meja kaca, lalu meraih ponselnya. Jemarinya mengusap layar.​Klik!​Ruang obrolan terbuka. Seketika setelah lembar percakapan itu terpampang, sudut bibir Marcus terangkat, menyunggingkan senyum miring yang penuh kepuasan manipulatif.​Dari ruang obrolan itu, Marcus menerima lampiran laporan rekam medis Mabelle saat menjalani sesi terapi di klinik Dokter Eliza.Dalam resume klinis tersebut, terdiagnosa bahwasanya Mabelle hanya menderita stres akibat beban pelajaran sekolah dan dinamika penyesuaian diri

  • Cara Menangani Perselingkuhan   BAB 354 : Jaringan Racun Penuh Teka-Teki

    Di ruang rawat inap Bima, atmosfer kini berubah drastis. Ghina dan Yudi duduk bersisian di kursi kayu samping ranjang. Kecanggungan emosional yang sempat merayapi ruangan beberapa saat lalu seketika menguap, berganti dengan ketegangan profesional yang pekat. Wajah ketiga orang di ruangan itu tampak tajam, fokus, dan tanpa celah. ​"Pak, sebelum mulai aku ingin bertanya," kata Ghina sambil mengangkat sebelah tangannya ragu-ragu. ​Bima mendongak, menatap ketua tim penyelidikan itu. "Nanya apa?" Tanya Bima singkat. ​Dengan rasa cemas yang masih bergolak di dalam dadanya, Ghina berusaha menatap Bima secara langsung. Di balik keprofesionalannya sebagai pengumpul data intelijen, sisi rapuhnya sebagai bawahan sekaligus wanita yang terbayang-bayang bentakan keras adik sang bos masih menyisakan trauma kecil. ​"Bu Andien... Dia tidak akan mecat aku, kan, Pak?" Tanya Ghina dengan intonasi suara yang sedikit gemetar. ​Bima sedikit terkejut mendengar pertanyaan tak terduga dari mulut Ghina.

  • Cara Menangani Perselingkuhan   BAB 353 : Kekaguman Lama

    Ghina terduduk lesu di salah satu kursi kafetaria rumah sakit, tepat berseberangan dengan Yudi. Dengan kepasrahan yang menyelimuti seluruh tubuhnya, gadis itu menyandarkan kepala pada dinding keramik yang dingin, berharap rasa dingin itu sanggup meredakan gejolak panas di dadanya.​Yudi mengerutkan alisnya heran. Kelesuan yang begitu pekat pada raut wajah Ghina tak luput dari pengamatannya.​"Kenapa kamu menyusul ke mari?" Tanya Yudi penasaran.​Ghina tetap diam membisu. Rasa malu, takut, dan canggung yang bertumpuk membuat bibirnya terkunci rapat, tak ada niat sedikit pun untuk menjawab.​"Hmm... Biar kutebak. Bu Andien datang?" Tebak Yudi intuitif.​Sebuah anggukan lemah dari Ghina seketika mengonfirmasi dugaan pria di hadapannya itu. Yudi menaikkan sebelah alisnya—seolah bergumam dalam hati bahwa wajar saja Ghina melarikan diri hingga ke tempat ini.​"Memang kenapa kalau ada Bu Andien? Kamu dimarahi dia?" Tanya Yudi lagi, yang kembali dibalas dengan anggukan pasrah dari Ghina.​Yud

  • Cara Menangani Perselingkuhan   BAB 352 : Hati yang Retak

    ​Mendapati tatapan tajam dan penuh permusuhan dari Andien yang menghujam lurus ke arah mereka, Ghina mendorong pelan dada Bima secara refleks lalu segera bangkit berdiri. Keringat dingin merembet halus di pelipisnya. Dengan kecanggungan luar biasa dan rona merah kebas yang membakar wajahnya, Ghina hanya mampu berdiri mematung di samping tempat tidur. Ia merasa terpojok oleh kilatan amarah Andien yang kini sepenuhnya beralih dan mengunci dirinya. ​"Kau di sini untuk bekerja, kan? Apa ini bagian dari pekerjaanmu?!" Bentak Andien tiba-tiba, menembus keheningan ruangan dengan intonasi yang begitu melengking. ​Suara bernada tinggi itu seketika membuat Ghina maupun Bima terperanjat kaget. Bentakan keras Andien bukanlah sekadar luapan emosi sesaat, melainkan letupan gunung es dari rasa cemburu yang terpendam dan tertahan selama beberapa hari terakhir. Sebagai sesama wanita, intuisi Andien membaca dengan sangat jelas bahwasanya Ghina menyimpan benih-benih perasaan romantis terhadap Bima.

  • Cara Menangani Perselingkuhan   Bab 5

    Saifanny sebenarnya tidak peduli jika Adrian tahu ia datang ke kantor secara diam-diam. Ia menyadari dirinya memang terlihat seperti pencuri saat itu, mengendap-ngendap dan mengintai suaminya sendiri. Namun bagi Saifanny, mencari kebenaran bukanlah sebuah kejahatan. Adrian mengirim pesan lagi. Pri

  • Cara Menangani Perselingkuhan   BAB 3

    Kini Saifanny berdiri di depan kantor suaminya sambil menenteng kotak makan bertingkat berwarna biru. "Rasanya aneh kembali ke sini secara terang-terangan" Batinnya. Tujuannya kali ini adalah untuk mengajak wanita itu berkenalan, demi mewujudkan rencana berikutnya: mencari lebih banyak informasi te

  • Cara Menangani Perselingkuhan   BAB 2

    Saifanny menjalankan sepeda motornya menuju kantor Zain. Ia ingin melihat dengan mata kepalanya sendiri wujud dari wanita itu. Dengan perasaan campur aduk, ia memarkirkan motornya. Sudah lama ia tidak menginjakkan kaki di kantor ini, mungkin sejak ia mengumumkan akan mengundurkan diri untuk menikah

  • Cara Menangani Perselingkuhan   BAB 4

    Hari telah berlalu dan Saifanny terus memandangi ponselnya. Belum ada pesan masuk dari wanita itu. Ia sempat berpikir, apa mungkin Ranaya melapor kepada suaminya? Namun, jika wanita itu melapor, ia tidak mungkin memberikan nomor teleponnya sejak awal. Saifanny mencoba mengalihkan perhatiannya pada

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status