Malam di vila pesisir pantai merayap dalam balutan roman buatan. Suara deburan ombak bersahut-sahutan di balik dinding kaca, berpadu dengan penataan kamar luas yang telah disulap bagaikan sudut restoran bintang lima.Sebuah meja bundar tertata rapi tepat di samping jendela tinggi yang memamerkan pemandangan lautan malam yang kelam.Di tengah meja, sebatang lilin menyala redup, memancarkan pendar remang-remang yang mengesankan suasana romantis—setidaknya, itulah ilusi yang diyakini oleh pikiran Ririn.Ririn dan Bima duduk berhadapan. Keduanya dibalut pakaian rapi, menciptakan kontras visual yang menyatu dengan konsep makan malam mewah tersebut.Namun, di balik penampilannya yang rapi, sebuah rantai besi tebal melilit pergelangan kaki kiri Bima, menambat kebebasannya pada pilar ranjang di belakangnya.Ririn menyunggingkan senyuman cerah, menatap Bima sembari menopang dagu dengan kedua tangannya.Sementara Bima mengalihkan pandangannya ke luar jendela, menatap kegelapan laut dengan sorot
Ler mais