Marcus melangkah pelan menuruni anak tangga rumah mewahnya. Saifanny, yang baru saja melangkah keluar dari area dapur, menatap pergerakan pria itu dengan dahi berkerut heran."Kamu mau ke mana?" Tanya Saifanny tepat ketika Marcus menginjakkan kaki di ujung tangga."Orang suruhanku sudah melacak siapa yang meletakkan seragam Mabelle di depan pagar. Aku akan pergi ke alamat orang itu," kata Marcus, nada suaranya terdengar sangat pelan dan rapuh.Saifanny mengerutkan alisnya, naluri pelindungnya seketika tersulut."Kalau begitu aku ikut," ucap Saifanny mantap tanpa keraguan.Namun Marcus menggelengkan kepalanya cepat."Jangan, Saifanny. Ini berbahaya. Aku tidak mau mengambil resiko jika terjadi sesuatu padamu," kata Marcus, memasang raut wajah dipenuhi kecemasan yang teramat sangat.Marcus melangkah mendekat, mengunci pandangannya tepat di manik mata Saifanny. Perlahan, kedua tangannya terulur meraih dan menggenggam erat jemari Saifanny."Kumohon tetaplah di sini. Aku... membutuhkan alas
Ler mais