Beranda / Rumah Tangga / Cara Menangani Perselingkuhan / BAB 277 : Ilusi Kebebasan dari Sebuah Pelarian

Share

BAB 277 : Ilusi Kebebasan dari Sebuah Pelarian

Penulis: Zakia
last update Tanggal publikasi: 2026-08-03 21:50:40

Malam mulai menyelimuti vila di pesisir pantai yang sunyi. Di dalam salah satu kamar yang temaram, Bima meringkuk di balik tempat tidur sembari menahan ngilu yang membakar punggung tangannya.

Setelan pakaian yang melekat di tubuhnya sudah tak berbentuk lagi—kusam, kusut, dan ternoda.

Pagi tadi, saat ia terbangun dari tidurnya, luka bekas tancapan garpu itu telah dibersihkan dan dibalut perban secara rapi. Bima tak tahu siapa yang melakukannya, dan ia tak peduli.

Pasca insiden penusukan brutal t
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Cara Menangani Perselingkuhan   BAB 428 : Penjabaran Dosa dari Korban

    ​Siang itu, koridor rumah sakit terasa begitu membekukan, diliputi oleh bau cairan antiseptik yang tajam. Bima dan Ghina berdiri mematung tepat di depan daun pintu ruang rawat Ririn.Dari balik celah pintu yang tertutup rapat, terdengar gelak tawa Ririn dan Nisa yang meledak riang, menghantam kesadaran Ghina dengan rasa ironi yang amat menyengat.​Bima menoleh perlahan, menatap Ghina yang berdiri menegang di sampingnya."Kamu yakin pengen ketemu sama dia? Bagaimanapun, dia itu orang yang pernah nyayat leher kamu," Tanya Bima dengan suara pelan yang dibalut kecemasan mendalam.​Ghina mengangguk pelan, jemari tangannya terulur menyentuh bekas luka jahitan yang menimbul di leher kirinya—sebuah jejak trauma fisik yang tak pernah benar-benar sirna."Dia mungkin masih amnesia, Pak. Tapi aku cuma pengen melampiaskan semua amarahku," Ucap Ghina dengan nada suara yang bergetar menahan gejolak benci di dadanya.​Melihat penderitaan batin wanita di hadapannya, Bima mengulurkan tangannya seraya m

  • Cara Menangani Perselingkuhan   BAB 427 : Pertemuan Baru dan Skakmat di Lorong Pengadilan

    Siang yang cerah menerangi langit Pengadilan Negeri J-City dengan pendar mentari yang hangat.Setelah persidangan panjang untuk memenjarakan suami iblisnya resmi berakhir, Dewi keluar dari ruang sidang utama itu dengan langkah kaki yang pelan.Di balik hela napas beratnya, beban trauma yang menghimpit dadanya bertahun-tahun seakan terangkat luntur.Ia memejamkan matanya sejenak, meresapi kebebasan yang kini benar-benar menjadi miliknya, lalu bertekad untuk kembali tegar—menjalani terapi pemulihan jiwa dan merajut kembali kehidupannya ke arah yang lebih baik.​Dewi mendongakkan kepalanya perlahan, membiarkan cahaya siang menyapu wajahnya. Namun seketika itu pula, manik matanya melebar luar biasa.Di seberang lorong ruang sidang yang agak lengang, berdiri sosok Mawar, Tyas, dan putri kecilnya—Mabelle—yang sudah lebih dari satu tahun tak pernah ia temui.​Mabelle berdiri kaku di sana dengan sepasang mata bulat yang sudah basah oleh genangan air mata.Putri kecilnya yang dahulu terpisahka

  • Cara Menangani Perselingkuhan   BAB 426 : Persidangan Seorang Iblis

    Suasana Pengadilan Negeri J-City pagi itu begitu mencekat dan riuh oleh kilatan lampu kamera puluhan awak media. Ruang sidang utama dipenuhi oleh riak ketegangan yang membumbung tinggi. Di barisan kursi pengunjung, Saifanny duduk didampingi oleh Adrian yang memeluk erat pundaknya, sementara Syahdan menggenggam erat jemari sang ibu. Di sisi lain ruangan, Bima dan Ghina menatap lurus ke arah kursi pesakitan dengan pendar mata yang dingin nan membatu.​Di atas kursi terdakwa, Marcus duduk bergeming dengan setelan kemeja putihnya. Kendati sisa-sisa memar bekas pukulan Adrian masih membayang samar di wajahnya, pria itu tetap mempertahankan gestur kepalanya yang mendongak sangar. Di dalam benaknya, Marcus masih meyakini bahwasanya koneksi, kekayaan, serta kelihaian tim pengacaranya sanggup menguji celah hukum dan menghindarkannya dari ancaman hukuman maksimal.Brak! Brak! Brak!​Hakim Ketua mengetukkan palu sidangnya tiga kali.​"Sidang perkara pidana kejahatan korporat, penganiayaan berat,

  • Cara Menangani Perselingkuhan   BAB 425 : Ikatan Perjanjian

    ​Tyas terduduk kaku di atas ranjangnya yang dingin. Sebelah tangannya menggenggam sebuah testpack plastik, sementara matanya menatap lurus ke arah dua garis merah tegas bertanda positif dengan pandangan mata yang datar nan hampa. Tak ada binar kebahagiaan, tak ada pula kepanikan yang membuncah. Ia hanya tak menyangka bahwa rahimnya kini kembali terisi. ​Napas panjang lolos dari bibir Tyas. Di dalam benaknya, ia menghitung dengan cermat setiap detik hari yang telah berlalu. Selama sebulan terakhir ini, ia hanya melakukan hubungan intim dengan Jovian seorang. Maka tanpa perlu ragu, sudah dapat dipastikan bahwa benih yang tumbuh di dalam tubuhnya adalah darah daging Jovian. ​Otaknya berputar keras, mengukur setiap probabilitas dan dampak risiko. Batinnya sempat berada di persimpangan jalan: haruskah ia memberitahukan kabar kehamilan ini kepada Jovian? ​Memori masa lalunya mendadak terlintas. Dahulu, tatkala ia mengandung Aidan, ia mendapatkan putranya melalui prosedur donor sperma pr

  • Cara Menangani Perselingkuhan   BAB 424 : Pengamat Di Balik Layar

    Beberapa hari telah berlalu sejak penyerangan brutal Marcus terhadap Saifanny di panti jompo pecah, namun aura kehancuran yang ditinggalkannya masih terasa pekat di seluruh penjuru J-City.Udara kota seolah dipenuhi oleh atmosfer hening yang mencekat—keheningan sesaat sebelum puing-puing kekuasaan keluarga Manggala benar-benar runtuh tuntas.​Di ruang keluarga kediaman Astaguna yang megah, Tyas mendudukkan dirinya dengan keanggunan yang dingin di atas sofa kulit hitam.Jemari lentiknya yang terawat memutar-mutar cangkir porselen berisi teh herbal yang telah mendingin.Manik matanya menatap lurus ke arah layar televisi datar yang sedang menayangkan warta berita nasional secara berulang-ulang.​“Kasus Penganiayaan dan Kejahatan Korporat Beruntun: Marcus Manggala Resmi Ditetapkan Sebagai Tersangka Tanpa Hak Penangguhan.”​Tyas menyunggingkan senyuman tipis—sebuah senyuman dingin yang sarat akan kepuasan penuh penghinaan.Bagi Tyas, kejatuhan Marcus bukanlah sebuah kejutan, melainkan sebu

  • Cara Menangani Perselingkuhan   BAB 423 : Sandiwara Guru

    Pagi hari yang cerah menerangi langit J-City dengan pendar keemasan, membawa kebahagiaan serta suasana hati yang menyegarkan bagi kebanyakan orang.Namun, kehangatan mentari itu tak sedikit pun menyentuh Bima. Dadanya bergemuruh hebat, dipenuhi kecemasan dan ketegangan yang membatu seraya ia melangkah menyusuri koridor rumah sakit tempat Ririn dirawat.Setiap pijakan kakinya terasa berat, dihantui oleh bayangan trauma penculikan dan dendam yang belum tuntas.​Bima melangkah mendekati area ruang perawatan. Manik matanya menangkap sosok seorang pria berbadan tegap dan kekar yang tengah duduk berjaga di atas kursi tepat di depan pintu ruang rawat Ririn.​"Bara..." Panggil Bima dengan suara bariton yang parau menahan lelah.​Bara menoleh cepat, kilatan kewaspadaan di matanya mereda tatkala mengenali sang klien. Ia lantas menganggukkan kepalanya dengan penuh hormat.​Tanpa aba-aba, Bima mendudukan diri di sebelah Bara.​"Gimana kondisinya?" Tanya Bima dengan intonasi rendah, menanyakan per

  • Cara Menangani Perselingkuhan   Bab 5

    Saifanny sebenarnya tidak peduli jika Adrian tahu ia datang ke kantor secara diam-diam. Ia menyadari dirinya memang terlihat seperti pencuri saat itu, mengendap-ngendap dan mengintai suaminya sendiri. Namun bagi Saifanny, mencari kebenaran bukanlah sebuah kejahatan. Adrian mengirim pesan lagi. Pri

  • Cara Menangani Perselingkuhan   BAB 4

    Hari telah berlalu dan Saifanny terus memandangi ponselnya. Belum ada pesan masuk dari wanita itu. Ia sempat berpikir, apa mungkin Ranaya melapor kepada suaminya? Namun, jika wanita itu melapor, ia tidak mungkin memberikan nomor teleponnya sejak awal. Saifanny mencoba mengalihkan perhatiannya pada

  • Cara Menangani Perselingkuhan   BAB 3

    Kini Saifanny berdiri di depan kantor suaminya sambil menenteng kotak makan bertingkat berwarna biru. "Rasanya aneh kembali ke sini secara terang-terangan" Batinnya. Tujuannya kali ini adalah untuk mengajak wanita itu berkenalan, demi mewujudkan rencana berikutnya: mencari lebih banyak informasi te

  • Cara Menangani Perselingkuhan   BAB 2

    Saifanny menjalankan sepeda motornya menuju kantor Zain. Ia ingin melihat dengan mata kepalanya sendiri wujud dari wanita itu. Dengan perasaan campur aduk, ia memarkirkan motornya. Sudah lama ia tidak menginjakkan kaki di kantor ini, mungkin sejak ia mengumumkan akan mengundurkan diri untuk menikah

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status