Di sebuah VIP suite tertutup yang steril di dalam galeri, ketenangan begitu mencekam. Dinding berbahan kedap suara memisahkan keriuhan lelang di luar dari dua figur penguasa yang kini duduk berhadapan.Di atas meja mahoni, dua gelas kristal berdiri tak tersentuh, mencerminkan ketegangan terukur yang meruap ke setiap sudut ruangan.Tyas menyandarkan punggungnya, menatap Adrian dengan cermat. Garis wajahnya membeku tanpa riak emosi, memamerkan kewaspadaan seorang matriark yang terbiasa memegang kendali."Sebelum kita membicarakan lebih jauh tentang Marcus, saya ingin bertanya satu hal pada Anda," buka Tyas serius, mengunci lurus manik mata lawan bicaranya.Adrian menegakkan posisi duduknya, membalas tatapan itu dengan ketenangan yang setara."Saya yakin sebelum mendekati saya, Anda sudah mencari tahu tentang saya, kan? Apa saja yang Anda ketahui tentang Astaguna dan Manggala?" Cerca Tyas tajam, menguji sejauh mana pria di hadapannya telah meretas batas kerahasiaan keluarganya.Ukiran se
Leer más