Pagi hari menyiramkan cahaya keemasan di atas lanskap pedesaan yang asri, menyirami hamparan pepohonan hijau dan pekarangan rumah kayu yang sejuk.Di dalam ruang makan keluarga Bima, keheningan justru menggantung pekat. Bima dan ketiga anggota tim keamanan elit Utama Group duduk melingkari meja kayu sederhana, menciptakan atmosfer serius dan kaku yang menyerupai sebuah ruang rapat darurat.Tap! Tap! Tap!Langkah kaki yang tenang memutus ketegangan itu. Indah, ibu kandung Bima, muncul dari arah lorong dapur sembari membawa nampan kayu.Di atasnya terhidang sepiring gorengan hangat yang masih mengepulkan uap serta empat cangkir teh melati. Ia meletakkannya secara perlahan di tengah meja."Makasih, Bu," ucap Bima singkat, suaranya datar namun sarat penghormatan."Maaf, Bu, jadi merepotkan," timpal salah satu anggota tim keamanan berpakaian serba hitam dengan nada sungkan.Indah menyunggingkan senyum hangat sembari mengibaskan tangannya santai."Sama sekali tidak merepotkan. Dimakan, ya,"
Leer más