Siang hari yang menyilaukan menembus tirai tipis ruang rawat inap Ghina, membiaskan pendar cahaya putih yang kontras dengan atmosfer tegang di dalam ruangan.Bima dan Bara duduk berhadapan di atas sofa empuk dekat jendela. Wajah kedua pria itu tampak amat serius, mencerminkan kerumitan masalah yang sedang mengurung pikiran mereka."Jadi gimana perkembangan pencarian Ririn dan Doni?" Tanya Bima memulai obrolan, memecah hening yang sempat menggantung.Bara mengedipkan matanya perlahan, menyusun kata-kata agar terdengar setenang mungkin."Untuk saat ini belum ada perkembangan berarti, Pak," Kata Bara tegas, meski riak frustrasi samar terpancar dari sorot matanya."Kami sudah mencari di beberapa tempat yang kemungkinan bisa menjadi tempat persembunyian Ririn," Lanjut Bara dengan ketenangan yang dipaksakan demi menjaga profesionalitasnya di hadapan mantan atasannya itu.Bara menghela napas pendek, meredam keletihan yang merayapi fisiknya, lalu kembali melanjutkan laporan."Tapi Bapak j
Leer más