Pagi hari menyelimuti penthouse Adrian dalam keheningan yang tenang. Di dalam kamar utama, Saifanny terbaring miring menghadap ke sisi kiri, memunggungi Adrian.Sebelum denting alarm sempat berbunyi memecah sunyi, sepasang mata Saifanny sudah lebih dulu terbuka pelan. Begitu pula dengan Adrian yang terbaring tepat di sebelahnya, telah terbangun sejak beberapa saat lalu.Saifanny menggeser tubuhnya tipis, merentangkan jemari kakinya yang terasa pegal. Menyadari bahwa Saifanny sudah terjaga, Adrian memajukan tubuhnya mendekat, lalu...Grep!Lengan kanan kekar Adrian melingkar erat di pinggang mulus Saifanny. Tanpa memberi jeda, Adrian menyelipkan satu tangannya hingga melingkar sempurna, lalu menggunakan kekuatan ototnya untuk mengangkat tubuh Saifanny, membaliknya hingga mendarat terlentang tepat di atas tubuh kokohnya.Kini, Saifanny terlentang sempurna menindih dada dan perut bidang Adrian."Ugh... Adrian, apa yang kamu lakukan?" Keluh Saifanny dengan suara serak khas bangun tidur, k
Leer más